Laurensia  Dewi
Laurensia Dewi Mahasiswa

Mahasiswi Ilmu Komunikasi yang sedang belajar menulis

Selanjutnya

Tutup

Video Artikel Utama

Kriteria Video YouTube dan Contoh

25 Februari 2018   23:28 Diperbarui: 26 Februari 2018   00:02 1403 0 0

https://theaudacitytopodcast.com/how-to-make-a-youtube-subscription-link-and-get-more-subscribers/

Pernahkah Anda mendengar kata "YouTube lebih dari TV"? Tidak heran bahwa kini kebanyakan masyarakat Indonesia (terutama kaum muda) mengakses YouTube lebih sering bila dibandingkan dengan menonton TV karena sifatnya yang lebih variatif tergantung keinginan dan kebutuhan. Dikutip dari viva.co.id, pada tahun 2017 ada lebih dari 50 juta orang Indonesia mengakses YouTube setiap bulannya. 

Selain itu YouTube tidak terikat waktu, pengguna bisa bebas memilih video yang disuka dan bisa diputar kembali berulang kali. Untuk bisa menonton video YouTube pengguna hanya harus memiliki dua komponen yaitu smartphone/ PC/ laptop dan koneksi internet/ Wi-Fi. YouTube bisa diakses kapanpun dan dimanapun kita mau.

Tidak hanya sebagai penonton pasif, YouTube sangat terbuka bagi siapapun yang ingin menjadi konten kreator. Konten kreator atau biasa disebut sebagai Youtuber merupakan orang yang secara rutin dan konsisten menguggah video mereka di platform YouTube.

Caranya yang mudah dan berbagai keuntungan lain membuat banyak orang ingin menjadi konten kreator. Jenis video yang diunggah pun berbagai macam seperti video animasi, vlog (video blog), dan lain-lain.

YouTube memang tidak memberikan syarat-syarat tertentu mengenai video seperti apa yang akan diunggah, namun untuk bisa menjadi konten kreator yang "bermutu" maka dibutuhkan beberapa skill seperti pengambilan angle video yang baik, editing, bisa melihat trend serta keinginan netizen.

Lalu kira-kira seperti apa video yang dianggap berkualitas? Video yang dianggap baik bisa mengambil seluruh perhatian penonton. Adapun tujuan dari video adalah untuk menginformasikan sesuatu, menghibur, meyakinkan atau membujuk.

Topik yang diangkat pun harus menarik dan berbeda, bukan hanya sekadar membuat video yang sedang trend.  Range waktu video yang baik juga tidak terlalu panjang, kurang lebih empat menit. Bila durasi terlalu lama, bisa membuat penonton menjadi bosan.

Transisi gambar juga dibuat se-simple mungkin, menggunakan background video dan efek suara yang mendukung. Contoh analisis video YouTube adalah video yang diunggah oleh The Infographics Show yang berjudul "How Does German Economy Compare to United States Economy?". Video ini telah ditonton sebanyak 323 ribu kali sejak 6 Desember 2017 dan disukai oleh lebih dari delapan ribu pengguna.


Video tersebut berisi perbandingan antara negara Jerman dan Amerika Serikat dalam bidang ekonomi. Jenis video adalah animasi dimana subjeknya berbentuk karakter (animasi) dan didubbing oleh seorang narator.

Menurut pendapat penulis, video ini sudah terbilang mumpuni dan jelas dalam penyampaian informasinya. Selain itu, visual yang ditampilkan juga beragam, penggunaan angka, serta sinkronisasi antara gambar dengan audio yang baik.

Bahasa yang digunakan dalam video ini adalah bahasa Inggris sebagaimana bahasa internasional. Narator berbicara dengan suara yang dapat terdengar jelas. Di dalam video juga melibatkan interaksi dari penonton seperti di sceneterakhir penonton diminta untuk menjawab pertanyaan di kolom komentar.