Agustina Purwantini
Agustina Purwantini Freelancer

Pada dasarnya full time blogger, kadang jadi editor naskah, suka buku, serta hobi blusukan ke tempat heritage dan unik.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Kini 1 Januari Tak Sesepi Dulu

2 Januari 2026   17:26 Diperbarui: 2 Januari 2026   17:26 124 8 5


Kira-kira sepuluh tahun belakangan, saya punya (semacam) ritual pada awal tahun. Ritual apakah itu? Yakni tepat pada tanggal 1 Januari pagi-pagi, kurang lebih selepas Subuh, saya pura-pura joging. Tentu bersama teman-teman. Saya mager kalau sendirian.

Mengapa pura-pura? Karena bukan joging betulan. Kami cuma bergaya sebagaimana layaknya orang joging. Berkostum seperti orang hendak berolahraga pagi. Namun, niatnya sama sekali tidak untuk berolahraga. 

Tujuan utamanya melihat-lihat suasana kota yang sepi, setelah semalaman dipadati manusia dengan segala kemeriahan untuk menyambut pergantian tahun. Pun, ingin termasuk ke dalam golongan orang-orang yang menyaksikan terbitnya matahari pada hari pertama tahun baru.

Automatis tiap tanggal 31 Desember malam, kegiatan saya hanya rebahan. Di rumah saja dan tak mengadakan acara apa pun dalam rangka menyambut tahun baru. Justru berusaha tidur sesegera mungkin supaya tidak kesiangan Salat Subuh dan bangun dengan kondisi segar tanpa kantuk.

Rutinitas tersebut konsisten saya jalankan jelang tahun 2026. Alhasil, dua hari lalu pagi-pagi saya sudah beredar ke Kawasan Titik Nol Yogyakarta.

Suasana di perempatan Titik Nol Yogyakarta pada tanggal 1 Januari 2026 sekitar pukul enam pagi (Dokpri Agustina)
Suasana di perempatan Titik Nol Yogyakarta pada tanggal 1 Januari 2026 sekitar pukul enam pagi (Dokpri Agustina)

Kebetulan saya tiba paling dulu di titik kumpul. Jadi, mesti menunggu dua teman yang masih dalam perjalanan. Sembari menunggu pastilah saya melihat-lihat keadaan. Terutama keadaan Jalan Pangurakan yang tepat persis di hadapan saya. 

Kendaraan belum banyak yang lewat. Yang sejak saya tiba banyak lewat justru para pelari. 

Di situlah saya teringat sesuatu. Satu tahun lalu saya juga melihat pelari-pelari yang menghiasi pagi 1 Januari. Setahu saya memang ada komunitas lari yang sengaja mengadakan acara lari bareng pada tiap awal tahun. Bedanya, pada tahun 2026 pelarinya lebih banyak daripada tahun 2025. Adapun pada tahun-tahun sebelumnya malah jauh lebih sedikit.

Nah, itu! Apakah berarti makin banyak orang yang punya pola hidup sehat? Entahlah. Yang jelas jumlah pelari yang saya lihat makin lama makin banyak.

Selain pelari, pesepeda juga makin banyak. Pun, orang-orang yang pepotoan di sekitar Titik Nol. Belum lagi yang berjalan kaki serombongan-serombongan menuju spot kulineran yang viral. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2