Fino BagasPranowo
Fino BagasPranowo Foto/Videografer

Mahasiswa

Selanjutnya

Tutup

Video

Urgensi Pembentukan Karakter dan Perilaku Etis pada Generasi Z

3 September 2026   06:02 Diperbarui: 3 September 2026   06:02 58 0 0

Nama : Fino Bagas Pranowo

NIM : 202601021028

Kelompok : 5

Gugus : Nusantara


Perkembangan teknologi yang semakin pesat telah membawa banyak perubahan dalam kehidupan manusia, terutama bagi Generasi Z. Generasi yang tumbuh bersama internet dan media sosial ini memiliki kemudahan dalam mengakses informasi, berkomunikasi, serta mempelajari berbagai hal baru. Hampir semua aktivitas saat ini dapat dilakukan dengan bantuan teknologi. Namun, di balik berbagai kemudahan tersebut, muncul tantangan yang tidak kalah penting, yaitu bagaimana Generasi Z tetap memiliki karakter yang baik dan perilaku yang etis.
Menjadi generasi yang cerdas dalam menggunakan teknologi tentu merupakan sebuah keuntungan. Akan tetapi, kemampuan tersebut seharusnya juga diimbangi dengan sikap tanggung jawab. Teknologi dapat digunakan untuk hal-hal positif, seperti belajar, mencari informasi, mengembangkan kreativitas, dan membangun komunikasi. Namun, teknologi juga dapat digunakan secara tidak bijak apabila seseorang tidak memiliki kesadaran moral dan etika.
Salah satu contoh yang sering terjadi adalah perilaku di media sosial. Banyak orang merasa bebas menulis atau berkomentar tanpa memikirkan dampaknya terhadap orang lain. Kata-kata kasar, hinaan, penyebaran berita yang belum tentu benar, hingga tindakan merendahkan seseorang sering ditemukan di berbagai platform digital. Hal ini menunjukkan bahwa kebebasan dalam menggunakan media sosial terkadang tidak disertai dengan rasa tanggung jawab.
Padahal, dunia digital seharusnya tidak menjadi tempat untuk menghilangkan nilai-nilai kesopanan dan kemanusiaan. Meskipun komunikasi dilakukan melalui layar, orang yang berada di balik layar tetap memiliki perasaan. Sebuah komentar mungkin terlihat sederhana bagi orang yang menulisnya, tetapi bisa saja memberikan dampak yang besar bagi orang yang menerimanya. Oleh karena itu, Generasi Z perlu memahami bahwa etika tetap berlaku, baik dalam kehidupan nyata maupun di dunia digital.
Pembentukan karakter menjadi semakin penting karena Generasi Z akan menjadi bagian besar dari masa depan bangsa. Mereka akan menjadi pemimpin, tenaga profesional, pengusaha, pendidik, dan pengambil keputusan. Masa depan Indonesia tidak hanya bergantung pada seberapa canggih teknologi yang dimiliki, tetapi juga pada kualitas manusia yang menggunakannya.
Seseorang mungkin memiliki kemampuan akademik yang tinggi dan menguasai berbagai teknologi, tetapi tanpa kejujuran dan tanggung jawab, kemampuan tersebut dapat digunakan untuk hal yang tidak baik. Sebaliknya, seseorang yang memiliki karakter kuat akan lebih mampu mempertimbangkan dampak dari setiap tindakan yang dilakukan.
Nilai-nilai seperti kejujuran, disiplin, tanggung jawab, empati, dan rasa hormat perlu ditanamkan sejak dini. Karakter tidak terbentuk hanya melalui teori atau nasihat. Karakter terbentuk melalui kebiasaan dan lingkungan. Seseorang belajar bertanggung jawab ketika diberi kepercayaan. Seseorang belajar jujur ketika menghadapi situasi yang menguji kejujurannya. Seseorang juga belajar menghargai orang lain melalui interaksi dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam proses tersebut, keluarga memiliki peran yang sangat penting. Keluarga merupakan lingkungan pertama tempat seseorang belajar tentang sikap dan nilai kehidupan. Orang tua tidak hanya berperan dalam memberikan nasihat, tetapi juga memberikan contoh. Anak-anak dan remaja cenderung belajar dari apa yang mereka lihat. Oleh sebab itu, keteladanan sering kali lebih efektif daripada sekadar kata-kata.
Selain keluarga, sekolah juga memiliki peran besar dalam membentuk karakter generasi muda. Pendidikan seharusnya tidak hanya berfokus pada nilai akademik. Keberhasilan seorang siswa tidak seharusnya hanya diukur dari tinggi atau rendahnya nilai ujian. Kemampuan bekerja sama, bertanggung jawab, menghargai perbedaan, dan bersikap jujur juga merupakan bagian penting dari pendidikan.
Namun, membentuk karakter Generasi Z bukan berarti selalu menyalahkan generasi muda atas berbagai persoalan yang terjadi saat ini. Generasi muda tumbuh dalam lingkungan yang dibentuk oleh masyarakat secara keseluruhan. Jika mereka melihat orang dewasa sering bersikap tidak jujur, mudah menyebarkan kebencian, atau tidak bertanggung jawab, maka nilai-nilai tersebut juga dapat memengaruhi cara mereka memandang kehidupan.
Karena itu, pembentukan karakter membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak. Orang tua, guru, masyarakat, bahkan tokoh publik perlu memberikan contoh yang baik. Tidak adil jika generasi muda selalu diminta berperilaku baik, sementara lingkungan di sekitarnya justru memberikan contoh yang sebaliknya.
Di era digital seperti sekarang, literasi juga menjadi bagian penting dari pembentukan perilaku etis. Generasi Z perlu memiliki kemampuan untuk membedakan informasi yang benar dan salah. Mereka tidak seharusnya langsung percaya atau menyebarkan sebuah informasi hanya karena informasi tersebut sedang ramai dibicarakan. Sikap kritis sangat diperlukan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh berita palsu atau informasi yang menyesatkan.