Setiap butir bakso yang dihasilkan adalah perwujudan kasih sayang seorang ibu kepada keluarganya.
Di daerah kami, sebagian menganggap Lebaran tanpa bakso terasa kurang lengkap, meskipun disediakan opor dan ketupat.
Bakso menjadi hidangan pembuka yang menyambut tamu dan keluarga yang bersilaturahmi.
Kelezatan bakso buatan sendiri menjadi daya tarik tersendiri, membuat suasana Lebaran semakin meriah dan hangat.
Antrean panjang di jasa selep daging menjadi bukti betapa pentingnya bakso dalam tradisi Lebaran.
Para mak-mak ini rela mengorbankan waktu dan tenaga demi menyajikan bakso terbaik untuk keluarga tercinta.
Mereka percaya bahwa hidangan istimewa ini akan menjadi kenangan indah yang selalu diingat oleh keluarga.
Bakso Lebaran bukan sekadar makanan pengisi perut, tetapi juga simbol kebersamaan dan kehangatan keluarga.
Saat seluruh anggota keluarga berkumpul di meja makan, bakso menjadi perekat yang menyatukan mereka.
Setiap suapan bakso menghadirkan kenangan indah tentang masa kecil, tradisi keluarga, dan cinta kasih seorang ibu.
Di balik antrean panjang selep daging, terdapat cerita tentang perjuangan, kesabaran, dan cinta seorang Mak-mak.