Gaganawati Stegmann
Gaganawati Stegmann Administrasi

Ibu RT@Germany, a teacher@VHS, a dancer@www.youtube.com/user/Gaganawati1/videos, an author of "Banyak Cara Menuju Jerman", a Tripadvisor level 6, penerima 2 award dari dubes LBBP RI (Hongaria), Y.M. Wening Esthyprobo Fatandari,M.A tahun 2017, nominator Best in Citizen Journalism Kompasianival 2013, nominator Best in Citizen Journalism Kompasianival 2014, nominator Kompasianer of the year Kompasianival 2014.

Selanjutnya

Tutup

Video Artikel Utama

Menilik Sisa PD I, Bunker Kraftstein di Mahlstetten

16 Juli 2020   16:36 Diperbarui: 17 Juli 2020   21:14 96 23 10

Selama New Normal, baru dua kota besar di Jerman yang kami kunjungi yakni Konstanz dan Mannheim. Ampun, sudah tidak terbiasa lagi rupanya berada di sekitar banyak orang setelah sejak 16 Maret 2020 dalam masa karantina di rumah saja. 

Masih ada kecemasan dan ketidaknyamanan berada di luar rumah dengan orang-orang yang tanpa masker. Corona memang sudah pulang kampung.

Makanya, meskipun pelonggaran di sana-sini sudah diberikan pemerintah Jerman, kami lebih suka pergi ke hutan untuk berwisata bersama keluarga. Di sana tak hanya udara segar, mata dimanjakan dengan warna hijau dan lewatnya hewan liar yang menggemaskan yang membuat kami betah di sana.

Kali ini, kami menuju ke Mahlstetten yang masih masuk Landkreis atau kota Tuttlingen, 1 jam dari Stuttgart, Jerman atau Zrich, Swiss. Tempat tujuan kami itu  hanya 15-20 menit dari rumah dengan mengendarai mobil itu kami datangi karena di sana ada yang istimewa. 

Sebenarnya, di depan rumah kami sudah ada hutan tinggal jalan lima menit. Namun, mau coba hutan lain yang pasti punya kecantikan dan keunikan tersendiri, sehingga  lebih bervariasi.

Yup, betul-betul unik ... dua bunker observasi (Bunker Kraftstein) yang digunakan pada masa Perang Dunia I dan pernah juga menjadi lapangan tembak keluarga Junghans ada di sana. 

Lokasinya tergolong jauh dari pemukiman penduduk, makanya mungkin tempat ini cocok dan bagus buat main tembak-tembakan, tentu dengan izin dari pemda setempat yang pasti ribet dan mahal.

Baiklah, tak perlu terlalu banyak basa-basi, segera saja saya ajak teman-teman Kompasianer untuk menuju ke sana. Siap? Come on, let's go .... (G76)