M. Gilang Riyadi
M. Gilang Riyadi Penulis

Book, movie/series, and fiction enthusiast contact: gilangriy@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Bukber bersama Warga Komplek, Tradisi Sederhana yang Mempererat Silaturahmi

20 Maret 2024   21:42 Diperbarui: 20 Maret 2024   21:48 362 6 1

Image by M. Gilang Riyadi
Image by M. Gilang Riyadi

Bicara soal tradisi, sebenarnya saya tak memiliki cerita yang begitu spesial di Ramadan ini. Mungkin di daerah orang-orang terdapat ciri khasnya masing-masing yang nampak berbeda dengan daerah lain. Sedangkan cerita saya ini lebih menunjukkan sebuah tradisi yang terlihat biasa saja dan bisa terjadi di mana saja hehe.

Jadi saya tinggal sebuah komplek tempat saya tinggal sejak usia 3 tahun (kini sudah mau kepala 3). Tentunya saya dan keluarga sudah sangat hapal dengan orang-orang di sini, apalagi Ayah saya sempat menjadi ketua RT beberapa tahun ke belakang.

Hidup bertetangga seperti ini dibutuhkan komunikasi dan hubungan yang baik agar ke depannya jika ada sesuatu kita bisa saling bantu. Maka dari itu ada beberapa momen di mana kami akan saling bekerja sama agar silaturahmi antar tetangga ini bisa terus terjalin.

Salah satunya adalah ketika di bulan Ramadan ini. Warga di sini akan mengadakan acara buka puasa bersama yang lokasinya di masjid komplek. Acara ini diadakan selama seminggu sekali setiap hari Minggu. Biasanya yang akan memasak adalah ibu-ibu komplek yang telah dibagi menjadi grup sebelumnya.

Di sini akan ada 4 grup di mana nantinya masing-masing grup akan bertugas memasak untuk hidangan buka puasa nanti, mulai dari takjil hingga makanan utama. Untuk biayanya sendiri adalah iuran masing-masing grup sesuai dengan kesanggupan masing-masing, kemudian di dalam grup itu akan dibagi tugas untuk memasaknya. Misal ibu A memasak daging, ibu B membuat es buah, dan seterusnya.

Tradisi sederhana ini sebenarnya sudah terjadi sejak bertahun-tahun lalu. Nantinya semua akan hadir, mulai dari anak kecil, remaja, bapak-bapak, serta ibu-ibu.

Warga akan hadir sekitar jam setengah enam atau setidaknya setengah jam sebelum waktu berbuka. Nanti akan ada sedikit khutbah yang dibawakan oleh ustadz. Begitu waktu Magrib, kami akan berbuka dengan hidangan takjil dan gorengan, kemudian dilanjutkan dengan shalat berjamaah. Begitu selesai shalat berjamaah, maka dimulailah untuk menikmati hidangan utama.

Begitulah tradisi yang setidaknya selalu terulang setiap tahunnya di komplek saya tinggal. Meski sederhana dan tak begitu unik, tradisi ini setidaknya bisa mempererat tali silaturahmi antar tetangga agar hubungan tetap terjaga ke depannya.

Di bawah ini telah saya lampirkan sedikit dokumentasi videonya. Yuk tonton juga!


HALAMAN :
  1. 1
  2. 2