Dari petani, kembali menjadi petani. Hampir separuh hidupnya, dihabiskan dalam kegiatan Community Development: bertani dan beternak, plus kegiatan peningkatan kapasitas hidup komunitas lainnya. Hidup bersama komunitas akar rumput itu sangat menyenangkan bagiku.
Ingin beternak ikan dan memelihara tanaman, namun terkendala dengan lahan? Gampang. Yuk, sulap dinding dan lorong rumah menjadi kolam ikan dan kebun yang menyenangkan. Bisa menjadi tongkrongan mencari inspirasi.
Salah satu bagian rumah yang dapat dimanfaatkan adalah dindingnya. Banyak yang sudah melakukan praktik bertanam sayuran atau beternak ikan dengan memanfaatkan dinding rumah.
Nah, kali ini kita akan mengkombinasikan pemeliharaan ikan dan bertanam sayuran atau bunga di sekitar lokasi peternakan ikan.
Pertama-tama, buatlah bak ikan permanen dengan memanfaatkan dinding rumah. Lumayan, bisa menghemat anggaran untuk semen dan bata. Ya, bak tempelan.
Sebaiknya bak ikan dibuat permanen sehingga dapat digunakan berulang-ulang. Karena itu, pikirkan terlebih dahulu konsep tata letak bak ikan tersebut.
Bak ikan dibuat beberapa sekat sehingga ikan yang dipelihara pun bertahap. Dengan memelihara ikan secara bertahap maka kebutuhan akan ikan tetap terpenuhi.
Bahkan ikan-ikan ini bisa dijual dan menambah penghasilan. Lagi-lagi, asal ada niat pasti bisa dilaksanakan dengan baik.
Di atas bak ikan, dapat ditempattkan pot-pot berisi tanaman sayuran atau kombinasi dengan bunga. Terserah pada kreasi masing-masing.
Intinya, bisa membuat lorong di sekitar rumah terlihat asri, hijau, dan dapat bermanfaat secara ekonomi.
Setelah bak ikan siap, pikirkan jenis ikan apa yang akan dipelihara di kolam kita. Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan untuk memelihara jenis ikan di kolam kita.
Dari kriteria yang ada, lele menjadi salah satu jenis ikan yang direkomendasikan dibandingkan dengan jenis ikan yang lain.