
PEKANBARU -- Sebagai wujud nyata dari pengabdian kepada masyarakat, Kelompok 4 Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Riau (FH UMRI) menggelar kegiatan sosialisasi yang edukatif di SMP Negeri 06 Pekanbaru. Kegiatan yang membawa misi nasionalisme ini mengusung tema "Fungsi Bahasa Indonesia terhadap Bela Negara".
Program edukasi ini berjalan dengan sukses di bawah bimbingan langsung dosen pengampu, Nurul Rahmadani, S.Pd., M.Pd. Kehadiran para mahasiswa disambut hangat oleh pihak sekolah serta antusiasme yang tinggi dari para siswa SMP Negeri 06 Pekanbaru.
Kegiatan ini digerakkan oleh delapan mahasiswa FH UMRI yang berkolaborasi aktif di lapangan, yaitu Icha Natania Ibrahim, Elga Keisya Putri, Shafa Madina Haris, Elsa Febtaloka, Jaya Lamgok Silitonga, Akram Faalih Nawwaf, Muhammad Susqa, dan Arjuna Rizky Pratama.
Dalam pemaparan materinya, mahasiswa FH UMRI menjelaskan bahwa bela negara tidak selalu identik dengan perjuangan fisik atau militer, melainkan bisa diwujudkan melalui hal paling mendasar dalam keseharian, yaitu berbahasa. Bahasa Indonesia memiliki fungsi krusial sebagai alat pemersatu bangsa di tengah keberagaman suku dan budaya. Dengan menggunakan bahasa yang baik, benar, dan bangga terhadapnya, generasi muda secara tidak langsung telah menjaga keutuhan, identitas, serta kedaulatan NKRI dari pengikisan budaya asing.
Untuk mencairkan suasana dan mendekatkan diri dengan para siswa, suasana kelas dibuat interaktif melalui sesi ice breaking yang seru dan penuh tawa. Tidak hanya itu, antusiasme siswa semakin terlihat saat memasuki sesi tanya jawab. Banyak di antara mereka yang aktif bertanya dan berdiskusi mengenai cara konkret menerapkan rasa cinta tanah air lewat bahasa di media sosial saat ini.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa tidak hanya memandang bahasa Indonesia sebagai mata pelajaran di sekolah, tetapi sebagai identitas diri yang harus dijaga dengan bangga. Sosialisasi ini menjadi bukti bahwa edukasi hukum dan kebangsaan harus ditanamkan sejak dini demi melahirkan generasi yang cerdas dan berkarakter.
Langkah kecil ini adalah bentuk aksi nyata mahasiswa FH UMRI dalam merawat semangat nasionalisme, menumbuhkan cinta tanah air, dan menginspirasi generasi muda untuk terus mengutamakan bahasa Indonesia sebagai pilar utama bela negara di era modern.