Isson Khairul
Isson Khairul Jurnalis

Kanal #Reportase #Feature #Opini saya: http://www.kompasiana.com/issonkhairul dan https://www.kompasiana.com/issonkhairul4358 Kanal #Fiksi #Puisi #Cerpen saya: http://www.kompasiana.com/issonkhairul-fiction Profil Profesional saya: https://id.linkedin.com/pub/isson-khairul/6b/288/3b1 Social Media saya: https://www.facebook.com/issonkhairul, https://twitter.com/issonisson, Instagram isson_khairul Silakan kontak saya di: dailyquest.data@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Yang Kangen Situasi Pondok Indah

6 Mei 2020   00:32 Diperbarui: 6 Mei 2020   00:41 273 2 0


Ini video hasil ngider kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan. Dari perempatan Kantor Fedex sampai ke ujung Haji Nawi yang berpapasan dengan Jalan Fatmawati. Foto: isson khairul
Ini video hasil ngider kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan. Dari perempatan Kantor Fedex sampai ke ujung Haji Nawi yang berpapasan dengan Jalan Fatmawati. Foto: isson khairul
Yang kangen Pondok Indah, ni saya sempatkan ngider malam-malam ke kawasan elit tersebut. Belum terlalu malam sih untuk ukuran normal. Saya pilih ngider malam minggu, pada Sabtu (25/04/2020) lalu. 

Saya start dari perempatan Pondok Pinang, depan Kantor Fedex. Saya bergerak dari arah Pasar Jumat dan berakhir di ujung Haji Nawi yang bepapasan dengan Jalan Fatmawati.

Yang ada hanya lengang. Jalanan lengang. Cafe hanya segelintir yang buka. Resto juga hanya beberapa yang beroperasi. Warung tenda pun hanya sebatas hitungan jari. Warkop dan warung indomie, nyaris tak ada yang buka. Sejumlah mini market yang buka, hanya dikunjungi beberapa konsumen saja.

Itulah pemandangan malam #pandemi di seputar kawasan perumahan elit #PondokIndah, Jakarta Selatan. Sesuatu yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Tak ada yang menduga bahwa Pondok Indah serta area di seputarannya, bisa selengang itu. Apalagi di malam minggu, di weekend yang sangat ditunggu-tunggu kaum urban.

Padahal, malam belum larut. #PondokIndahMall sudah gelap-gulita. Ini menyadarkan kita semua. Ini adalah malam pandemi, setelah diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta sejak pukul 00.00 WIB tanggal 10 April 2020 hingga 23 April 2020. Kemudian, diperpanjang hingga 22 Mei 2020. Kenapa? Karena belum ada penurunan angka kasus Covid-19 di DKI Jakarta.

Artinya, penularan serta penyebaran virus corona masih terus berlangsung. Interaksi antar warga di DKI Jakarta memang sudah relatif menurun, tapi itu belum cukup untuk memutus rantai penyebaran virus tersebut. 

Di hari-hari ini, masih banyak teka-teki yang belum terjawab. Para pengambil keputusan terus menggaungkan agar warga #dirumahaja, agar #workfromhome.

Termasuk, wajib pakai masker jika berada di luar rumah. Nyatanya, sebagaimana saya saksikan pada Sabtu (25/04/2020) tersebut, masih banyak warga yang tak peduli akan hal itu. Bahkan, ada yang berboncengan pakai sepeda motor, mereka tanpa masker, juga tanpa helm. Luar biasa keberanian mereka menghadapi pandemi virus ini.

Sikap warga yang demikian, tentulah akan memperpanjang waktu untuk benar-benar memutus rantai penyebaran sang virus.