Kanal #Reportase #Feature #Opini saya: http://www.kompasiana.com/issonkhairul dan https://www.kompasiana.com/issonkhairul4358 Kanal #Fiksi #Puisi #Cerpen saya: http://www.kompasiana.com/issonkhairul-fiction Profil Profesional saya: https://id.linkedin.com/pub/isson-khairul/6b/288/3b1 Social Media saya: https://www.facebook.com/issonkhairul, https://twitter.com/issonisson, Instagram isson_khairul Silakan kontak saya di: dailyquest.data@gmail.com
Ada 27 tulang di pergelangan tangan dan di telapak tangan. Karena itulah, tangan sangat leluasa untuk digerakkan. Nyaris tanpa batas. Nah, berapa jenis gerakan tangan yang bisa dilakukan? Saya belum pernah menghitung serta mencatatnya. Kalau Anda pengen meraih rekor Muri, monggo silakan hitung dan catat dari sekarang.
Tulang Kecil, Tulang Panjang
Ke-27 tulang di pergelangan tangan dan di telapak tangan itu, tentu saja tidak kelihatan. Ada daging yang melilit tulang. Ada pula kulit yang membungkusnya. Tapi, kalau kita pijit-pijit dengan tangan, tentu kita akan merasakan, memang ada tulang-belulang di kedua tangan kita. Di pergelangan tangan, misalnya, ada 8 tulang kecil, yang disebut karpal (carpals).
Karpal tersebut didukung oleh 2 tulang lengan bawah, yang disebut sebagai tulang pengumpil (radius). Ada juga tulang hasta (ulna), yang membentuk sendi pergelangan tangan. Kolaborasi sejumlah tulang itulah yang membuat tapak tangan bisa leluasa bergerak ke atas dan ke bawah, juga ke samping kiri serta ke samping kanan.
Kelenturan gerak tapak tangan, juga gerak jari-jari tangan, nyaris sulit untuk ditandingi. Lihatlah tangan robot, yang penuh dengan kabel-kabel dan besi. Meski sudah dibuat para ahli dengan tingkat kerumitan tinggi, juga dengan dukungan ilmu yang mumpuni, tetap saja gerak tangan robot nampak kaku. Tidak seluwes dan tidak selentur tangan manusia pada umumnya.
Maklum, ada tulang panjang di tangan, yang terhubung ke karpal dan tulang yang ada di jari-jari kita. Tulang jari itu disebut phalanges. Kelenturan pergelangan tangan serta kelenturan jari-jari kita, sangat ajaib. Ke-10 jari tangan kita bisa menekuk hingga ke tapak tangan. Tiap jari juga bisa lurus, makanya kita bisa leluasa menunjuk, saat memberi petunjuk.

Barangkali, karena keleluasaan tapak tangan dan jari-jari itulah, makanya tangan harus senantiasa kita waspadai. Misalnya, tak sembarangan menunjuk-nunjuk, karena tak banyak orang yang berkenan diperintah-perintah. Juga, tak sesukanya menggunakan tangan untuk menampar, karena bisa berujung pada tindak pidana.
Di masa pandemi Covid-19 ini, kita tak boleh semaunya bersalam-salaman. Meski tujuannya baik, tapi bisa berakibat buruk. Kenapa? Karena, telapak tangan kita sangat berpotensi untuk menularkan Virus Corona kepada sesama. Sepertinya, ada sesuatu di telapak tangan, yang membuat tapak tangan sangat ampuh sebagai media penularan Virus Corona.
Untuk menjaga diri agar tidak tertular dan menularkan, maka bersalaman sangat tidak dianjurkan. Termasuk juga mengendalikan tangan, agar tidak menyentuh berbagai objek, yang mungkin disentuh orang lain. Misalnya, gagang pintu. Bisa jadi, gagang pintu yang dimaksud sempat disentuh oleh seseorang yang sudah terpapar oleh Covid-19.
Nah, ketika kita menyentuh gagang pintu yang sama, ada kemungkinan virus tersebut berpindah ke tapak tangan kita. Selanjutnya, saat kita menyentuh objek yang lain, maka virus dari tangan kita pun menempel di objek tersebut. Saat orang lain menyentuh objek yang sama, virus pun akan menempel ke tapak tangan orang tersebut.