Saya memulai hidup ini dengan menulis puisi dan cerita pendek, kemudian jadi wartawan, jadi pengelola media massa, jadi creative writer untuk biro iklan, jadi konsultan media massa, dan jadi pengelola data center untuk riset berbasis media massa. Saya akan terus bekerja dan berkarya dengan sesungguh hati, sampai helaan nafas terakhir. Karena menurut saya, dengan bekerja, harga diri saya terjaga, saya bisa berbagi dengan orang lain, dan semua itu membuat hidup ini jadi terasa lebih berarti.
Untuk itu, pembinaan di tiap jenjang usia, harus dilakukan secara sungguh-sungguh. Karena, tanpa pembinaan, tak akan mungkin lahir pemain-pemain hebat.
Apalagi, Pramono Anung mengharapkan, agar dari Liga Jakarta U-17, akan diperoleh pemain-pemain yang akan mewakili DKI Jakarta untuk Pekan Olah Raga Nasional (PON) 2028, yang akan diselenggarakan di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Literasi Sepak Bola + Literasi Jurnalistik
Mekanisme penyelenggaraan kedua liga ini, dimulai dengan merancang regulasi. Sejak dari pendaftaran, verifikasi tiap pemain, pemotretan tiap pemain, hingga laga Pra-Musim, dilakukan secara team work. Workshop dengan official klub pun, dilakukan beberapa tahap.
"Kami ingin, Liga U-15 dan Liga U-17 ini, benar-benar menjadi proses pembinaan secara menyeluruh. Baik di sisi manajeman klub, sisi pemain, maupun sisi penyelenggaraan pertandingan," tutur Yosef Erwiyantoro.
Artinya, kedua liga ini sekaligus merupakan mementum untuk meningkatkan literasi sepak bola kepada seluruh stakeholder yang relevan. Dalam hal penyelenggaraan pertandingan, misalnya, tiap pertandingan akan didampingi oleh tim talen yang mumpuni.
Liga U-15 akan menjalani 127 kali pertandingan dan Liga U-17, juga 127 kali pertandingan. Seluruh pertandingan akan berlangsung dari Juni hingga November 2026 mendatang.
Dalam konteks kompetisi pembinaan, tiap pertandingan akan didampingi oleh tim talen, yaitu Berti Tutuarima dan Patar Tambunan di U-15 serta Maman Suryaman dan Tias Tano Taufik di U-17.
Keempat sosok legenda sepak bola nasional tersebut, akan mencermati performa tiap pemain di tiap pertandingan. Dengan demikian, progres skill tiap pemain di tiap klub dari tiap pertandingan, akan ter-record dengan baik.
Yosef Erwiyantoro menyebut, tim talen bersifat independen, dengan harapan hasil pencermatan mereka benar-benar mencerminkan realitas di lapangan.
Yang juga tak kalah penting adalah komunikasi publik. Kedua liga tersebut akan ditayangkan secara live streaming melalui channel YouTube Liga Muda Indonesia. Dalam hal ini, panitia berkolaborasi dengan tim Herti Purba, yang sudah berpengalaman menangani tayangan sepak bola di berbagai stasiun televisi nasional.