Isti  Yogiswandani
Isti Yogiswandani Lainnya

Freelancer, suka traveling, dan kuliner. Nominee best in citizen journalism 2024 Nominee best in storytelling 2025

Selanjutnya

Tutup

Video Artikel Utama

MBG sebagai Kick Off Hasil Gotong Royong Warga, Mengapa Tidak?

9 Januari 2025   21:19 Diperbarui: 16 Januari 2025   05:34 1905 47 25

Ide pembangunan gardu pos warga ini diawali oleh  keresahan warga yang RTnya belum mempunyai pos ronda untuk cakruk. Ketika mendapat dana sekitar hampir 2 juta, tepatnya 1,9 juta, maka warga RT 11 sepakat untuk menggunakan dana yang diperoleh untuk membangun poskamling. Dananya cukup? Tidaakkk!!!

Terus? 

Ya begitulah. Atas gotong royong  warga, pelan-pelan poskamling yang diidam-idamkan warga mulai dibangun dan hingga kini sudah siap menaikkan atau memasang atap.

Semua warga RT 11 berkumpul.  Semoga semua diberi kesehatan,  dan yang sakit segera disembuhkan(Dokumentasi pribadi)
Semua warga RT 11 berkumpul.  Semoga semua diberi kesehatan,  dan yang sakit segera disembuhkan(Dokumentasi pribadi)

Menurut Ketua RT 11, Bapak Kustim, pembangunan poskamling yang diawali dana tidak sampai 2 juta rupiah, tentunya berat dan sedikit mustahil. Tapi kenyataannya, dengan memanfaatkan segala potensi yang ada dan bergotong royong, ternyata poskamling bisa diwujudkan meski alon-alon waton kelakon(pelan-pelan asal terlaksana).

Selanjutnya, tasyakuran menaikkan genting juga dihadiri oleh Kepala Desa Krandegan, Bapak Hariyanto.

Proses pemasangan atap (dokumentasi RT 11)
Proses pemasangan atap (dokumentasi RT 11)

Beliau berharap kekompakan warga desa Krandegan, khususnya RT 11 bisa menjadi contoh dan inspirasi bagi warga desa lainnya. "Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh", lanjut beliau. Lebih jauh lagi, beliau berharap pembangunan poskamling ini nantinya bisa dirawat dan dipelihara, serta difungsikan sebagai mana mestinya.

 Kita harus mempunyai rasa handarbeni, memiliki, sehingga bisa memanfaatkan poskamling untuk kegiatan lingkungan. 

"Jangan sampai kita sudah bekerja keras membangun poskamling, tapi nantinya terbengkalai dan tak terawat sehingga menjadi sia-sia."

Setelah sambutan ketua RT dan kepala desa dilanjutkan doa bersama yang dipimpin Bapak Purwadi, dan dilanjutkan Bapak Supangat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3