Freelancer, suka traveling, dan kuliner. Nominee best in citizen journalism 2024 Nominee best in storytelling 2025

"Nah...kita sudah mulai dekat lokasi, terlihat gunung gamping. Jangan lupa pakai topi atau payung karena cuaca panas!" Bu Ida kembali memandu para mamah RT 11 yang sudah mendekati lokasi Monumen Reog.
Ternyata di tempat parkir sudah ada rombongan lain yang juga menggunakan kereta kelinci untuk berwisata.
Lokasi Monumen yang terletak di pedesaan membuat kereta kelinci menjadi primadona sebagai moda transportasi wisata. Kereta ini melewati jalan pedesaan, sehingga tidak khawatir mengganti lalu lintas padat di tengah kota.

Turun dari kereta saya sungguh terpesona. Cuaca panas tidak menyurutkan niat untuk mengeksplor dan merekam situasi di tempat wisata ini.
Berbeda dengan penampakan monumen reog dari kejauhan, ternyata di sini terlihat gunung gamping yang terlihat indah dan mempesona.
Monumen reog nya mungkin belum jadi, tapi saya justru lebih tertarik dengan keindahan gunung gamping yang menjulang seperti grand canyon.

Hamparan gunung gamping itu justru terlihat sangat indah dan memukau. Bentang alam yang terbentuk alami, ditambah monumen yang membawa simbol kemegahan peradaban tentunya menjadi kolaborasi yang unik dan menarik.
Di depan gunung gamping yang seperti lembah datar, sudah tertata rapi dalam bingkai paving. Kondisi kontras yang menciptakan harmoni tersendiri.