Freelancer, suka traveling, dan kuliner. Nominee best in citizen journalism 2024 Nominee best in storytelling 2025

Di sektor Pertanian, kapur dolomit Digunakan untuk menetralkan keasaman (pH) tanah yang terlalu asam, sekaligus menyediakan unsur hara Kalsium (Ca) dan Magnesium (Mg) bagi tanaman.
Batu kapur juga digunakan sebagai bahan baku industri kimia dan kertas, dalam pembuatan pemutih, pemurnian gula, penjernihan air, hingga sebagai bahan pengisi (filler) pada industri kertas, plastik, dan cat.

Area bekas tambang batu gamping biasanya kehilangan "topsoil"(lapisan tanah pucuk yang subur), memiliki pH yang sangat basa (alkalis), miskin unsur hara (terutama Nitrogen dan Fosfor), serta memiliki daya ikat air yang sangat buruk (sangat gersang)
Untuk mengembalikan vegetasi di kawasan bekas tambang kapur, diperlukan teknik reklamasi dan revegetasi yang terencana.
1. Penataan Lahan dan Terasiring (grading)
Dinding-dinding kapur yang terjal harus ditata ulang menjadi sistem berundak (terasing). Hal ini bertujuan untuk mengurangi laju erosi, menahan air hujan, dan menyediakan bidang datar yang stabil untuk media tanam
2. Pengadaan Lapisan Tanah Pucuk (Topsoiling)
Karena batuan kapur tidak memiliki nutrisi untuk tanaman, permukaan yang akan ditanami harus dilapisi kembali dengan *topsoil* (tanah subur yang sengaja disisihkan sebelum penambangan dimulai) atau mendatangkan tanah subur dari luar area.

3. Pemulihan Mikrobiologi Tanah & Pupuk Organik
Sebelum ditanami, struktur tanah diperbaiki dengan memberikan pupuk organik (kompos atau kotoran ternak) dalam jumlah besar.
Selain itu, penggunaan Mikoriza(jamur simbiosis akar) sangat disarankan karena membantu akar tanaman menyerap air dan hara di lingkungan marginal yang ekstrem.