Freelancer, suka traveling, dan kuliner. Nominee best in citizen journalism 2024 Nominee best in storytelling 2025
Semarak Karnaval HUT RI ke 81: Merah putih di dada Santri Babussalam (Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)
Kreativitas dan Kebinekaan dalam Pawai Kemerdekaan
Iring-iringan karnaval menghadirkan keberagaman atraksi dan armada yang dirancang penuh dedikasi oleh para santri dan lingkungan pondok.
1. Sepeda Hias: Ratusan sepeda disulap menjadi lambang-lambang perjuangan, mulai dari replika Burung Garuda, monumen bersejarah, hingga arsitektur berbalut warna merah-putih.
2. Mobil Bak Terbuka & Odong-Odong: Kendaraan bak terbuka dihias ornamen tematik kemerdekaan, disandingkan dengan deretan odong-odong warna-warni yang mengangkut santri melantunkan lagu-lagu nasional dan mars kebangsaan di sepanjang rute.

Semarak Karnaval HUT RI ke 81: Merah putih di dada Santri Babussalam (Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)
Suasana kian semarak saat para peserta tampil percaya diri mengenakan pakaian adat Nusantara. Perpaduan busana adat Jawa, beskap, lurik, dan kaos loreng khas reog Ponorogo, yang dikenakan para santri menyimbolkan bahwa perbedaan suku dan tradisi justru memperkaya identitas bangsa.
Gema Reog dan Pelestarian Budaya Lokal
Sebagai bagian dari wilayah Madiun yang kaya akan tradisi budaya, karnaval ditutup dengan iring-iringan odong-odong dengan para santri mengenakan beskap lurik juga kostum reog, menarik perhatian penonton.

Semarak Karnaval HUT RI ke 81: Merah putih di dada Santri Babussalam (Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)
Kehadiran Reog menjadi simbol bahwa santri Babussalam tidak hanya mahir dalam ilmu agama, tetapi juga berada di barisan terdepan dalam merawat seni dan kearifan lokal di lingkungan Madiun dan Ponorogo.
Peringatan HUT RI ke-81 di Pondok Pesantren Babussalam Kebonsari Madiun menegaskan pesan penting: pesantren adalah rahim yang konsisten melahirkan generasi berwawasan keagamaan luas sekaligus berjiwa patriotik teguh bagi NKRI.