Yuniarto Hendy
Yuniarto Hendy Jurnalis

IG : yuniarto_hendy

Selanjutnya

Tutup

Video Artikel Utama

New Normal Bukan Berarti Kebiasaan Dadakan

14 Juli 2020   19:32 Diperbarui: 17 Juli 2020   16:53 224 24 2


Ketika pemerintah Indonesia mulai menerapkan transisi dari pelonggaran PSBB ke masa new normal atau kenormalan baru, namun kenyatannya beberapa kota atau provinsi masih menunjukkan peningkatan jumlah pasien yang positif Covid-19 daripada sebelumnya. 

Apakah kita benar-benar memahami istilah new normal dan apa yang seharusnya dilakukan pada masa tersebut?

Sejak outbreak Covid 19 terjadi di Wuhan dan menyebar sampai kota-kota lainnya saya mengamati bagaimana pemerintah dan masyarakat merespon krisis kesehatan ini dan menjalani perubahan gaya hidup secara drastis yang nantinya akan diistilahkan dengan new normal (meskipun saya masih kesulitan menemukan istilah new normal dalam bahasa Mandarin). 

Intinya bukan peristilahan baru dan kemudian dibarengi tindakan baru yang mendadak dilakukan. 

New normal tidak hanya didefinisikan sebagai kebiasaan baru atau budaya baru yang tiba-tiba dilakukan, namun tindakan dalam masa new normal adalah hasil dari pembiasaan diri dari awal suatu tempat terdampak Covid 19. Pembiasaan diri untuk menjauhi dan mencegah penularan inilah yang sangat utama dan penting untuk dilakukan secara disiplin dan ketat.  

Seringkali kita dengar dan saksikan bahwa ada 4 tindakan utama yaitu memakai masker, cuci tangan, jaga jarak, dan tetap di rumah. Namun pada praktiknya masih banyak dari kita yang lengah dan malah menimbulkan efek lanjutan yang lebih parah. 

Memakai masker kedengarannya mudah namun mengapa masih saja terjadi banyak penularan adalah karena kedisiplinan yang berbeda. 

Jaga Jarak Saat Makan (dokpri)
Jaga Jarak Saat Makan (dokpri)

Memakai masker hendaknya sudah dimulai dan menjadi gaya hidup, rutinitas harian ketika kita bepergian keluar. Dari bulan Januari sampai Juli saya mengamati bahwa di luar sebanyak 99 persen masyarakat mengenakan atau memakai masker medis, atau masker yang dibeli di apotek. 

Saya tidak pernah melihat orang orang memakai masker kain di sini, setidaknya apa yang saya amati dan kalian lihat di vlog ini.  

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2