Apalah arti hidup dan kematian bagiku,
Saat semua terasa hampa di dadaku.
Jangan kau tahan langkahku yang rapuh,
Biarkan aku diam di sini tanpa keluh.
Jangan bicara tentang akhir perjalanan,
Hatiku perih mendengar setiap ucapan.
Walau lukamu dalam dan tak terbendung,
Aku tetap ingin kau bertahan meski terhuyung.
Aku tak ingin jadi beban di pundakmu,
Nafasku menipis, tubuhku mulai layu.
Bila malam menutup mata selamanya,
Biarkan aku pergi tanpa airmata.
Biar hujan turun membasuh luka-luka,
Namun jangan kau serahkan hidup begitu saja.
Jika dunia membuat hatimu terluka,
Aku ingin menjadi tempatmu kembali bersandar.
Apalah arti hidupku bila hanya derita?
Biarkan aku berlari menuju cahaya-Nya.
Di sana mungkin jiwaku akan tenang,
Setenang embun sebelum pagi datang.
Namun sebelum kau pergi dalam sunyi,
Dengarlah suaraku sekali lagi.
Aku ingin kau tetap berada di sini,
Karena setiap nafasmu berarti bagi hati ini.
Jika esok masih memberi harapan,
Biarlah luka ini perlahan disembuhkan.
Dan bila akhirnya kita harus berpisah jalan,
Semoga Tuhan menjaga langkah di tiap persimpangan.