Aku mengenalmu dari kata-kata
Di beranda sunyi dunia maya
Di antara debat tentang makna agama
Namamu hadir menyejukkan jiwa
Arina... tenang tutur bahasamu
Membuat hatiku mulai percaya
Dulu aku berjalan tanpa arah
Pemikiran bebas menguasai jiwa
Namun tiap kalimatmu yang indah
Seperti doa yang menyentuh dada
Arina... lembut setiap jawabmu
Menuntunku mengenal cahaya
Tak pernah sekali pun kita bertemu
Namun hatiku merasa dekat
Dari pesan-pesan yang kau kirimkan
Ada damai yang tak bisa kuungkap
Arina... dalam bait puisiku
Namamu selalu kuucap
Kau pernah memintaku sebuah puisi
Lalu kutulis dengan penuh rasa
"Aku Sang Pendamba Bidadari"
Menjadi saksi kisah kita
Arina... dalam setiap kata
Ada rindu yang kusembunyikan
Namun takdir berjalan berbeda
Langkahmu mengikuti restu Abah
Kutahu hatimu sempat bimbang
Dari tulisan yang kau unggah
Arina... aku hanya bisa
Mendoakan dari jauh saja
Hari itu hatiku terasa sepi
Seperti kehilangan cahaya
Padahal kita tak pernah bertemu
Namun kenangan tetap terasa
Arina... engkau tetap
Menjadi cerita dalam jiwa
Kini kisah itu kutulis abadi
Di antara lembar buku kenangan
Tentang seorang wanita bernama Arina
Yang mengubah arah kehidupan
Arina... walau tak bersatu
Namamu tetap dalam doa dan harapan