Lilian Kiki Triwulan
Lilian Kiki Triwulan Tenaga Harian Lepas (THL) Dinas Komunikasi dan Informatika Kab. Purbalingga

Selanjutnya

Tutup

Video Artikel Utama

Eksotisme Goa Lawa yang Pancarkan Kemilau dari Perut Bumi

4 Januari 2019   13:57 Diperbarui: 4 Januari 2019   19:43 1465 11 4

Siapa yang tidak mengenal Goa Lawa Purbalingga? Objek wisata yang sudah melegenda ini mempunyai daya pikat tersendiri untuk dikunjungi. Goa ini terbentuk dari dari aliran lava yang membeku terletak di bawah permukaan tanah di lereng Gunung Slamet, tepatnya di Desa Siwarak, Kecamatan Karangreja. 

Untuk mencapai lokasi ini tidaklah susah. Kalau dari pusat kota, jaraknya kurang lebih 25 km ke arah utara atau memakan waktu sekitar 45 sampai 60 menit.

Pada tahun 1978, beberapa petani dari Desa Siwarak Kecamatan Karangreja melihat ribuan kelelawar yang keluar dari dalam goa. Hal ini kemudian dilaporkan dan ditanggapi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) yang kemudian langsung mengirimkan tim ahli geologi dari ITB. 

Melihat potensi yang dimiliki Goa Lawa dan keindahan alamnya yang menarik sehingga pada tanggal 30 November 1979 goa ini diresmikan menjadi objek wisata oleh Bupati KDH Tk II Purbalingga, Goentoer Darjono.

Objek wisata alam yang sudah ada sejak lama ini terus melakukan pembenahan untuk lebih memikat para wisatawan. Goa Lawa Purbalingga atau yang kini disingkat Golaga sudah dipercantik dengan warna warni lampu yang akan mengiringi perjalanan wisatawan menyusuri goa. 

Perjalanan goa yang panjangnya mencapai 1,5 km kini tidak lagi membosankan dan menyeramkan. Pengunjung yang datang akan dibuat takjub dengan warna-warni lampu di setiap sudutnya.

Bagi yang pernah datang ke Goa Lawa, tentu akan terkejut dengan perubahan. Selain pembenahan pencahayaan di dalam goa, juga pembenahan dengan merapikan di luar goa, pintu masuk ke goa juga diubah. Ada nuansa zaman kerajaan Majapahit dari penataan pintu menurun untuk masuk ke dalam goa. 

"Di dalam goa, kami menyajikan pesona warna bebatuan goa, pesona budaya, pesona koloni kelelawar, ruang pertemuan di dalam goa yang luas dan mampu menampung 500 orang, serta cafe di dalam goa," jelas Kepala Bidang Pariwisata pada Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Purbalingga, Prayitno.

Pengunjung bisa mengabadikan setiap momen di dalam goa, mulai dari mulut goa hingga keluar goa. Yah, jangan lupa untuk membawa gawai jika ingin mengeksplor Goa Lawa ini. Selain ornamen lampu yang memukau, goa ini juga menyuguhkan pesona kecantikan terutam,a dibagian dalam goa.

Apa saja sih keindahan yang ditawarkan perut bumi ini? Pertama yang akan ditemui ialah Goa Ratu Ayu, kemudian jika beruntung pengunjung dapat menikmati pesona cahaya matahari yang langsung menembus goa. Selanjutnya, yang ditunggu-tunggu dan menjadi satu keunikan dari Golaga, ya Cafe Golaga, cafe dalam goa yang menyajikan sajian kopi khas Purbalingga. 

Mengeksplore lebih dalam lagi maka akan menemui telaga yang dihiasi lampu berwarna warni sehingga pengunjung dapat mengamati kejernihan airnya. Makin ke dalam kita menembus pesona goa maka akan didapati Goa Langgar dan Watu Keris (relief batuan yang terdapat lekukan menyerupai keris, Red). Lanjut lagi perjalanan maka pengunjung akan melihat penampakan dari luar lorong panembahan yang biasa digunakan sebagai tempat bersemedi.

Masih berjalan menelusuri goa, pengunjung akan menemukan petunjuk jalan yang akan mengarahkan ke balai pertemuan agung. Di area ini pula pengunjung dapat melihat ikon dari Golaga yakni Goa Dada Lawa. Kenapa disebut begitu? Karena merupakan relief yang berbentuk dada lawa raksasa yang sedang membentangkan sayapnya.

Di dalam Goa Lawa sendiri terdapat pancuran slamet dan sendang drajat yang merupakan dua sumber mata air dalam satu kolam. Konon, sumber air ini mempunyai cerita mistis dan berkhasiat. Pancuran Slamet digunakan untuk wudhu para Wali Sanga yang akan melakukan salat di ruang langgar. Air yang mengalir dari Pancuran Slamet ke Sendang Drajat tidak terkena sinar matahari, sehingga air dalam sendang sangat jernih dan steril. 

Bagi yang percaya, barang siapa yang mencuci muka dengan air yang mengalir dari pancuran tersebut akan awet muda dan wajahnya kelihatan berseri-seri. Sendang Drajat sendiri diyakini bisa membuat siapa saja yang meminum airnya akan dipermudah dalam mencari rejeki, bisa mempunyai keturunan bagi pasangan suami istri yang sudah menikah tapi belum dikaruniai anak dan enteng (mudah, Red) jodohnya.

Setelah puas menjelajah di dalam goa dan mengabadikan setiap momennya, pengunjung dapat kembali merasakan udara segar dari luar goa. Yah, pintu keluar goa sudah di depan mata, perjalanan panjang menyusuri goa tentu tidak terasa melelahkan bukan apalagi dengan pesona goa yang memukau dan cantik.

Di luar goa, pengunjung dapat menikmati hijaunya alam yang menyegarkan ditambah dengan sejuknya udara yang masih segar. Pohon-pohon tinggi yang menjulang dan berada di kawasan ini membuat teduh dan nyaman untuk sekadar bercengkrama di bawah pepohonan ataupun bersantai bersama keluarga, rekan kantor sambil menggelar tikar dengan suguhan mendoan atau minuman hangat dan makanan untuk mengganjal perut yang lapar setelah lelah mengeksplor Goa Lawa.

Prayitno mengatakan, jumlah pengunjung ke Golaga pasca dilakukan revitalisasi ini mencapai hampir 6.000 orang (data diambil pada bulan Juli 2018, Red). 

"Naiknya jumlah pengunjung ini tidak terlepas dari tampilan baru Golaga, dan promosi yang gencar baik melalui rekan-rekan media baik cetak, televisi, dan internet serta juga wisatawan sendiri yang memviralkan kedatangannya ke Golaga," kata Prayitno.

Ingat, tetaplah jaga eksotisme goa lawa, mulai dari hal yang kecil dengan membuang sampah pada tempatnya, tidak mencorat-coret dinding goa, jangan pula merusak fasilitas yang ada. 

Jadi, masih ragu untuk ke Golaga? Penasaran dengan perubahan Golaga? Kapan lagi bisa berswafoto di dalam goa dengan latar belakang bebatuan yang penuh warna. Yuk, kunjungi Goa Lawa Purbalingga. (Lil's)