Galeri 1: Lukisan yang Tidak Sekadar Dilihat
Kami diajak petugas masuk ke Galeri 1.
Di sinilah jiwa Affandi terasa paling kuat.
Satu hal yang langsung terasa:
lukisan-lukisan itu bukan untuk "dinikmati"... tapi seperti mengajak berdialog.
Istri saya, seperti biasa, langsung aktif:
bertanya dari satu lukisan ke lukisan lain, tentang makna, teknik, bahkan emosi di balik setiap goresan.
Dan petugas menjelaskan dengan sabar, utuh, dan penuh rasa.
Saya sendiri?
Lebih banyak diam.
Karena semakin lama melihat... ada perasaan seperti:
kita bukan sedang melihat lukisan... tapi sedang "dibaca" oleh lukisan itu.
Mobil Tua dan Kesederhanaan Sang Maestro
Di salah satu sudut, dipajang mobil tua milik Affandi.
Bukan mobil mewah.
Bukan simbol kekayaan.
Tapi justru di situlah terasa:
seorang maestro besar... tetap hidup sederhana.