Ia masih ada...
di setiap garis liar,
di setiap warna yang seperti meledak,
dan di setiap rasa tidak nyaman yang justru membuat kita berpikir.

Penutup
Dari Soeharto ke Affandi,
dari kekuasaan ke ekspresi jiwa...
Perjalanan hari itu seperti mengingatkan saya:
Ada orang yang dikenang karena kekuasaannya,
dan ada yang dikenang karena jiwanya.
Dan anehnya...
yang terakhir justru terasa lebih abadi.