Siapa sangka, jalan-jalan santai bareng keluarga di Malang malah berujung pada penemuan tempat yang bikin hati senang banget? Awalnya sih cuma iseng aja, waktu itu saya lagi asyik lihat tayangan di YouTube, kebetulan ada yang membahas tentang Old Cinema Malang. Penasaran, langsung deh saya cek di Google Maps, dan ternyata jaraknya nggak jauh sama sekali dari guest house tempat kami menginap. Wah, kesempatan emas nih! Langsung saja saya ajak istri dan dua anak saya buat mampir ke sana.
Sesampainya di lokasi, mata kami langsung tertuju pada suasana yang unik. Ternyata, tempat ini terdiri dari dua ruangan yang bersebelahan dan masih satu pemilik: satu sisi adalah tempat makan yang nyaman, dan sisi satunya lagi adalah ruang koleksi benda-benda bersejarah tentang perfilman. Karena perut sudah mulai keroncongan, kami memutuskan untuk makan dulu di bagian restoran. Sambil istri dan anak-anak duduk menunggu hidangan datang, saya pun menyempatkan diri melangkah ke sebelah, ke ruang Old Cinema itu.

Benar saja, di sana ada seorang bapak yang ramah sekali, ternyata beliau adalah pemilik tempat ini.
Saya langsung menyapa dan memperkenalkan diri, "Selamat sore, Pak. Kebetulan kami lihat tempat ini di YouTube, terus cek Maps ternyata dekat banget dari tempat menginap kami. Saya sangat penasaran sama koleksi yang ada di sini, bolehkah nanti saya lihat dan tanya-tanya sedikit ya? Sekarang kami lagi makan dulu di sebelah, nanti saya ke sini lagi ya."
Bapak itu tersenyum lebar dan menjawab, "Boleh banget, Pak! Silakan dinikmati makanannya dulu, nanti kalau sudah selesai, mampir ke sini ya, saya siap menemani dan jelaskan semuanya."
Setelah selesai makan dan perut sudah kenyang, saya dan keluarga pun bergegas menuju ruang Old Cinema. Ternyata Bapak itu sudah menunggu sambil menyiapkan segala sesuatu dengan rapi, seolah-olah sudah siap menyambut tamu istimewa. Begitu masuk, mata kami langsung terbelalak. Ada banyak sekali koleksi mesin proyektor lama, gulungan film, poster jadul, sampai barang-barang peninggalan bioskop zaman dulu yang rasanya bikin kita langsung dibawa kembali ke masa lalu.
Bapak itu pun mulai bercerita sambil menunjuk satu per satu koleksinya, "Ini semua barang yang saya kumpulkan bertahun-tahun lho. Dulu sebelum pensiun, saya bekerja di Departemen Penerangan dahulu selama puluhan tahun. Jadi sering berinteraksi dengan film-film ini beserta dengan segala macam atributnya. Jadi memang dunia ini sudah seperti darah daging saya sendiri."

Saya pun bertanya, "Terus kenapa ide membuat tempat ini muncul, Pak?"