Video Pilihan

Tak Sengaja Temukan Surga Film Lama di Malang: Old Cinema, Penuh Kenangan dan Cerita!

9 Juni 2026   06:00 Diperbarui: 8 Juni 2026   19:18 134 14 9


Siapa sangka, jalan-jalan santai bareng keluarga di Malang malah berujung pada penemuan tempat yang bikin hati senang banget? Awalnya sih cuma iseng aja, waktu itu saya lagi asyik lihat tayangan di YouTube, kebetulan ada yang membahas tentang Old Cinema Malang. Penasaran, langsung deh saya cek di Google Maps, dan ternyata jaraknya nggak jauh sama sekali dari guest house tempat kami menginap. Wah, kesempatan emas nih! Langsung saja saya ajak istri dan dua anak saya buat mampir ke sana.

Sesampainya di lokasi, mata kami langsung tertuju pada suasana yang unik. Ternyata, tempat ini terdiri dari dua ruangan yang bersebelahan dan masih satu pemilik: satu sisi adalah tempat makan yang nyaman, dan sisi satunya lagi adalah ruang koleksi benda-benda bersejarah tentang perfilman. Karena perut sudah mulai keroncongan, kami memutuskan untuk makan dulu di bagian restoran. Sambil istri dan anak-anak duduk menunggu hidangan datang, saya pun menyempatkan diri melangkah ke sebelah, ke ruang Old Cinema itu.

"Koleksi: Misbah Moerad."

Benar saja, di sana ada seorang bapak yang ramah sekali, ternyata beliau adalah pemilik tempat ini. 

Saya langsung menyapa dan memperkenalkan diri, "Selamat sore, Pak. Kebetulan kami lihat tempat ini di YouTube, terus cek Maps ternyata dekat banget dari tempat menginap kami. Saya sangat penasaran sama koleksi yang ada di sini, bolehkah nanti saya lihat dan tanya-tanya sedikit ya? Sekarang kami lagi makan dulu di sebelah, nanti saya ke sini lagi ya."

Bapak itu tersenyum lebar dan menjawab, "Boleh banget, Pak! Silakan dinikmati makanannya dulu, nanti kalau sudah selesai, mampir ke sini ya, saya siap menemani dan jelaskan semuanya."

Setelah selesai makan dan perut sudah kenyang, saya dan keluarga pun bergegas menuju ruang Old Cinema. Ternyata Bapak itu sudah menunggu sambil menyiapkan segala sesuatu dengan rapi, seolah-olah sudah siap menyambut tamu istimewa. Begitu masuk, mata kami langsung terbelalak. Ada banyak sekali koleksi mesin proyektor lama, gulungan film, poster jadul, sampai barang-barang peninggalan bioskop zaman dulu yang rasanya bikin kita langsung dibawa kembali ke masa lalu.

Bapak itu pun mulai bercerita sambil menunjuk satu per satu koleksinya, "Ini semua barang yang saya kumpulkan bertahun-tahun lho. Dulu sebelum pensiun, saya bekerja di Departemen Penerangan dahulu selama puluhan tahun. Jadi sering berinteraksi dengan film-film ini beserta dengan segala macam atributnya. Jadi memang dunia ini sudah seperti darah daging saya sendiri."

"Koleksi: Misbah Moerad."

Saya pun bertanya, "Terus kenapa ide membuat tempat ini muncul, Pak?"

Beliau menjawab dengan nada hangat, "Setelah pensiun, rasanya ada yang kurang kalau saya harus berhenti total. Saya lihat banyak sekali benda-benda bersejarah perfilman kita yang dibuang, rusak, atau hilang begitu saja. Sayang sekali kan? Padahal ini bagian dari sejarah budaya kita. Akhirnya saya putuskan untuk mengumpulkan, merawat, dan menampung semuanya di sini. Tujuannya sederhana saja: supaya generasi sekarang tahu, seperti apa rasanya menonton film zaman dulu, seperti apa alat-alatnya, dan supaya kenangan ini tidak hilang ditelan zaman."

Di tengah penjelasan itu, beliau tiba-tiba tersenyum dan berkata, "Nah, sebagai teman ngobrol hari ini, saya punya kejutan kecil nih."

Beliau pun menyalakan satu mesin proyektor tua yang masih berfungsi dengan baik. Ruangan agak diredupkan, dan tiba-tiba di layar putih di depan, muncul tayangan film lama yang sangat legendaris: film Rhoma Irama. Suara musik dan lagu yang mengalun langsung bikin suasana jadi syahdu. Istri saya sampai berkomentar, "Wah, lama banget nggak lihat film begini, rasanya kayak ikut merasakan masa muda dulu ya." Anak-anak pun ikut duduk diam, antusias melihat tata cara penayangan film yang sangat berbeda dengan zaman sekarang.

"Koleksi: Misbah Moerad."

Sambil kami menikmati tayangan itu, Bapak pemilik kembali bercerita panjang lebar tentang perjalanan hidupnya, tentang bagaimana beliau merawat setiap benda koleksi dengan penuh kasih sayang, dan tentang harapannya supaya tempat ini bisa terus menjadi tempat berkumpulnya orang-orang yang cinta sejarah dan kenangan.

Pulang dari sini, hati kami terasa sangat puas. Bukan cuma karena sudah melihat benda-benda unik, tapi karena kami mendapat cerita, pelajaran, dan kehangatan yang susah didapat di tempat lain. Old Cinema Malang bukan sekadar tempat koleksi barang lama, tapi rumah bagi kenangan dan sejarah perfilman Indonesia.

Kalau kamu lagi jalan-jalan atau menginap di sekitar Malang, jangan sampai lewatkan tempat ini ya! Lokasinya mudah dijangkau, pemiliknya sangat ramah dan siap bercerita panjang lebar, dan pengalaman yang kamu dapatkan di sini pasti nggak akan kamu lupakan. Yuk, mampir ke Old Cinema Malang, mari kita lestarikan kenangan bersama!

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2