Tolala, Kolaka Utara — Sebuah musibah kebakaran menimpa rumah milik Bapak Amiruddin, yang dikenal masyarakat sebagai Abi Sari, di kawasan Warung Pojok Tolala. Peristiwa tersebut terjadi secara tiba-tiba dan dengan cepat melalap bagian rumah, meninggalkan duka dan kerugian yang tidak sedikit.
Api yang membesar dalam waktu singkat membuat warga sekitar berupaya membantu semampunya sebelum api benar-benar menghanguskan bangunan. Dalam situasi yang penuh kepanikan, terlihat bagaimana kebersamaan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menghadapi musibah.
Namun di balik ujian tersebut, tampak jelas hadirnya rasa kepedulian dan solidaritas yang begitu kuat dari berbagai kalangan.
Gelombang Kepedulian dari Masyarakat dan Guru
Tidak berselang lama setelah kejadian, banyak pihak datang menunjukkan empati. Para guru yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) wilayah Tolala, termasuk guru-guru dari SD Tolala, turut hadir memberikan dukungan moril dan bantuan kepada keluarga yang terdampak.
Kehadiran mereka bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga menjadi penguat hati bagi Abi Sari dan keluarga agar tetap tegar menghadapi ujian ini.


Peran Jamaah Tabligh dalam Menguatkan Ukhuwah
Selain itu, para jamaah dari kalangan Jamaah Tabligh Kolaka Utara juga ikut berpartisipasi dengan menjenguk langsung kondisi Abi Sari. Mereka memberikan nasihat, doa, serta dukungan spiritual agar keluarga yang tertimpa musibah diberikan kesabaran dan ketabahan.
Dalam suasana sederhana namun penuh kehangatan, kebersamaan itu menjadi bukti bahwa nilai ukhuwah dan kepedulian sosial masih sangat kuat di tengah masyarakat.