Pegiat Literasi Publik, Pro Life Indonesia, Digital Journalism, Pengelola Jakarta News dan Ruang Biblika Kompasiana

Kejahatan seksual bukan sekadar isu individu, melainkan gangguan terhadap masa depan generasi; menjaga buah hati merupakan kontribusi sosial besar.
Ajakan untuk bersatu menunjukkan bahwa predator sering menang karena wali murid bergerak sendiri atau merasa tabu.
Kerentanan dalam Pengasuhan. Keluarga dengan mobilitas tinggi yang menyerahkan pengawasan harian kepada pihak ketiga. Celah komunikasi antara orang tua, anak, dan pengasuh sering menjadi pintu masuk utama predator.
Membesarkan buah hati di era informasi merupakan tantangan besar pada ayah dan ibu di bawah usia 40 tahun. Kehidupan saat ini membuat pintu rumah tidak lagi hanya berbentuk kayu, melainkan layar ponsel serta koneksi internet. Karena itu, "Membentuk Barisan Pertahanan Melawan Child Grooming," adalah panggilan tugas untuk semua, termasuk Papa Mama Muda.
Kewaspadaan Terhadap Manipulasi. Proses grooming tidak terjadi secara instan. Pelaku bergerak halus, mereka menyamar sebagai sosok kakak baik hati, guru idola, atau teman bermain gim daring yang memberikan perhatian berlebih. Meskipun orang tua milenial akrab dengan teknologi, predator justru memanfaatkan celah komunikasi antara anak serta wali mereka.
Orang Tua Sibuk? Banyak Papa Mama Muda bekerja hingga larut dan mempercayakan pengasuhan sepenuhnya kepada asisten rumah tangga atau pengasuh. Kondisi itu menciptakan risiko ganda,
Oleh sebab itu, Papa Mama Muda, tak menyerahkan sepenuhnya perlindungan terhadap anak (dan anak-anak) ke Opa-Oma, jika masih ada, ART, dan Inang Pengasuh, dan seterusnya. Namun, "Membangun Benteng Perlindungan" untuk melindungi anak sejak muda. Hal tersebut dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain
Untuk Papa Mama Muda, perjuangan ini dilakukan demi keselamatan anak serta keberlanjutan peradaban. Generasi yang tumbuh dalam lingkungan aman akan menjadi dewasa dengan mental sehat. Sebaliknya, trauma akibat kejahatan tersebut merupakan luka yang merusak struktur sosial secara permanen.
Papa dan Mama muda, ambil tanggung jawab ini secara serius. Jangan biarkan kesibukan atau pendelegasian pengasuhan menjadi celah bagi pelaku kriminal. Rapatkan barisan serta perkuat edukasi karena garis pertahanan bermula dari perhatian orang tua.
Mari Bersatu Demi Keselamatan Anak.