Yulius Roma Patandean
Yulius Roma Patandean Guru

Seorang Guru dan Penulis Buku dari kampung di perbatasan Kabupaten Tana Toraja-Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Menyukai informasi seputar olahraga, perjalanan, pertanian, kuliner, budaya dan teknologi.

Selanjutnya

Tutup

Video Artikel Utama

Ma'badong, Senandung Duka Orang Toraja

2 April 2024   09:50 Diperbarui: 5 April 2024   01:02 511 5 0

Sekelompok warga Toraja sedang Ma'badong dalam sebuah acara kedukaan. Sumber: dok. pribadi.
Sekelompok warga Toraja sedang Ma'badong dalam sebuah acara kedukaan. Sumber: dok. pribadi.

Ma'badong adalah lantunan senandung kedukaan suku Toraja. Untaian lirik dalam senandung ini terdengar rumit. Narasi yang disampaikan bercerita tentang perjalanan hidup dari almarhum/almarhumah. Ungkapan duka banyak termuat dalam setiap lirik yang disenandungkan. 

Ini adalah sebuah tradisi turun-temurun. Tradisi yang unik seunik lirik dan cara menyanyikannya. 


Tidak semua orang Toraja mahir ma'badong. Hanya orang-orang tertentu. Meskipun demikian, warga umum bisa berbaur di dalamnya. 

Selain lirik yang unik dan rumit, gerakan kaki dan tangan ketika ma'badong juga unik. Para peserta badong akan saling mengaitkan kelingkingnya. Kemudian diayunkan naik dan turun mengikuti irama kaki dan lirik badong. Pergeseran kaki secara teratur dari arah kiri ke kanan. Jadi, tak ada peserta badong yang akan berdiri tetap di tempatnya.

Semua orang (to ma'badong) membuat lingkaran. Makin banyak peserta, makin besar lingkarannya. Ada satu pemimpin ma'badong yang bertugas memulai senandung duka. 

Kecepatan senandung ma'badong bervariasi. Kadang lambat sekali dan sesekali cepat

Ma'badong hanya ditampilkan untuk warga dengan status sosial menengah ke atas. Pada umumnya, warga yang meninggal dan dipotongkan/dikurbankan 4 ekor kerbau sudah bisa menampilkan kegiatan ma'badong.

Tradisi budaya ma'badong dalam video ini ditampilkan pada acara pemakaman (malam terakhir) almarhum bapak Yunus G. Liling S.Pd. Beliau adalah pensiunan guru Ekonomi yang pernah mengajar di Kabupaten Enrekang dan pensiun di Tana Toraja.

Kelompok warga yang ma'badong berasal dari kampung Tampo Simbuang, Kecamatan Mengkendek. Mereka memang spesialis ma'badong yang disiapkan oleh keluarga.