Yulius Roma Patandean
Yulius Roma Patandean Guru

Nomine Best in Citizen Journalism Kompasiana Award 2024. Guru dan Penulis Buku, menyukai informasi seputar olahraga, perjalanan, pertanian, kuliner, budaya dan teknologi.

Selanjutnya

Tutup

Video Artikel Utama

Perjalanan Menjelajah Jalur Curam dan Sepi dari Kecamatan Simbuang

13 Juni 2024   14:16 Diperbarui: 14 Juni 2024   00:41 1377 5 2


Menjadi seorang Pengajar Praktik (PP) pada program Pendidikan Guru Penggerak memberikan kesempatan besar kepada saya untuk menginjakkan kaki di salah satu kecamatan terpencil Kabupaten Tana Toraja. Perjalanan kembali dari Kecamatan Simbuang memberikan tantangan dan uji adrenalin tersendiri ketika menuruni jalan curam kombinasi tanah, bebatuan dan rabat beton. 

Dalam perjalanan ini, saya memilih untuk dibonceng. Ternyata, lebih tersiksa paha dan badan ketika menjadi penumpang motor menuju dan kembali dari Simbuang. 

Baca juga: Perjalanan Menyusuri Perkampungan Kecamatan Simbuang

Lalu, motor yang kami kendarai sempat mengalami pecah ban. Tak mudah menemukan bengkel motor. Kalau pun ada, biasanya tak ada pemilik bengkel di lokasi karena berkebun. 

Pemilik motor harus kembali ke pasar Lekke' untuk mengganti ban belakang yang pecah. Sekitar 4-5 km harus ditempuh demi perbaikan ban.

Sumber: Dokumentasi Pribadi/Dibuat dengan Canva.
Sumber: Dokumentasi Pribadi/Dibuat dengan Canva.

Meskipun perjalanan  ini menantang, hingga harus menembus malam, tetapi meninggalkan banyak kenangan dan cerita. Kondisi jalan yang ada dalam video ini adalah kondisi di mana belum ada perbaikan dan pelebaran dari poros sungai Masuppu] menuju dusun Talayo. Sehingga perjalanan saya ini sangat spesial. 

Lima bulan berselang, bencana tanah longsor merusak akses jalan ini. Sekitar satu bulan warga Simbuang terisolasi dari dunia luar. 

Baca juga: Donasi untuk Korban Tanah Longsor di Lembang Palesan, Kabupaten Tana Toraja