pieter sanga lewar
pieter sanga lewar Penulis

Hobi membaca dan menulis artikel, puisi, cerpen, novel, dan baca puisi

Selanjutnya

Tutup

Video

Pelita Pancasila

25 Agustus 2026   11:42 Diperbarui: 25 Agustus 2026   11:42 79 1 0


Pelita Pancasila

Di tengah dunia yang retak oleh amarah,
Waisak menyalakan pelita di relung jiwa.
Pancasila menghamparkan jalan yang sama,
bahwa damai bukan sekadar kata-kata,
melainkan rumah bagi seluruh manusia.

Ketika meriam berbicara lebih lantang,
dan pasar gemetar oleh kabar peperangan,
bangsa ini mencari jangkar harapan
pada lima sila yang diwariskan zaman:
persatuan lebih kuat daripada perpecahan.

Dharma mengajarkan kesejukan hati,
Pancasila mengajarkan kebijaksanaan hidup.
Keduanya bagai dua sungai yang bertemu,
mengalirkan pesan yang sederhana namun agung:
kedamaian lahir dari penghormatan sesama.

Namun damai bukan sekadar upacara,
bukan pula semboyan yang selesai di mimbar.
Ia harus menjelma roti di meja rakyat,
menjadi pekerjaan, harga yang bersahabat,
dan keadilan yang dapat disentuh tangan.

Apa arti persatuan yang sering dipuji,
jika jurang kesejahteraan kian meninggi?
Apa arti perdamaian yang dibanggakan,
jika masih ada yang tertinggal dalam kesulitan?
Keadilan adalah wajah sejati kedamaian.

Di ufuk dunia yang dipenuhi rivalitas,
Indonesia membawa pesan tanpa senjata.
Bahwa diplomasi dapat menjadi jembatan,
dan kemanusiaan lebih mulia daripada kemenangan,
sebab perang selalu meninggalkan luka panjang.

Maka biarlah Waisak dan Pancasila bersuara,
seperti lonceng yang menggema di hati bangsa.
Menjaga damai, merawat persaudaraan,
mengubah harapan menjadi kenyataan,
agar Indonesia menjadi pelita bagi dunia.

Sumber: "Pesan Perdamaian Pancasila" dalam Kompas, Selasa, 2 Juni 2026, hlm. 6.