
Pembelajaran dipandu langsung oleh para ustaz dari Wahdah Islamiyah Pasangkayu dan diikuti warga binaan muslim dengan penuh antusias. Dalam pertemuan hari ini, peserta kembali mendapatkan bimbingan membaca Al-Qur'an secara bertahap, mulai dari pengenalan huruf hijaiyah, perbaikan makharijul huruf, penerapan ilmu tajwid, hingga latihan membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar sesuai kaidah.
Program Dirosa merupakan metode belajar Al-Qur'an yang dirancang khusus bagi remaja dan orang dewasa. Dengan metode yang sederhana, sistematis, dan mudah dipahami, program ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk belajar sesuai kemampuan masing-masing. Selain meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an, warga binaan juga memperoleh pembinaan mengenai dasar-dasar keislaman sebagai bekal dalam memperkuat keimanan dan membentuk akhlak yang lebih baik.
Suasana pembelajaran berlangsung hangat dan interaktif. Para ustaz tidak hanya membimbing bacaan Al-Qur'an, tetapi juga memberikan motivasi dan nasihat keagamaan agar warga binaan semakin bersemangat menjalani proses pembinaan serta memiliki keyakinan untuk terus memperbaiki diri.
Pembina Kepribadian Rutan Kelas IIB Pasangkayu, Muhammad Irwansyah, mengatakan bahwa Program Dirosa dipilih karena metode pembelajarannya memang dirancang khusus untuk orang dewasa sehingga sangat sesuai dengan karakteristik warga binaan.
"Dirosa adalah cara belajar mengaji yang dirancang khusus untuk orang dewasa. Program ini sangat cocok diterapkan kepada warga binaan di lapas maupun rutan karena rata-rata usia mereka sudah memasuki usia dewasa hingga paruh baya. Alhamdulillah, tidak jarang warga binaan kami yang telah bebas atau selesai menjalani masa pidana sudah mampu bahkan lancar membaca Al-Qur'an. Itulah yang menjadi kebahagiaan sekaligus penyemangat bagi kami untuk terus menghadirkan pembinaan keagamaan secara berkelanjutan," ujar Muhammad Irwansyah.
Menurutnya, pembelajaran Dirosa tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an, tetapi juga menumbuhkan kesadaran warga binaan untuk menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan. Oleh karena itu, pembinaan ini terus dilaksanakan secara rutin sebagai bagian dari proses pembentukan karakter di Rutan Pasangkayu.
Muhammad Irwansyah juga menyampaikan apresiasi kepada para ustaz dari Wahdah Islamiyah Pasangkayu yang secara konsisten meluangkan waktu untuk membimbing warga binaan. Sinergi tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan pembinaan kepribadian di Rutan Pasangkayu.
Bagi Rutan Pasangkayu, Program Dirosa bukan sekadar kegiatan belajar membaca Al-Qur'an. Di balik setiap pertemuan, terdapat proses pembinaan yang menanamkan keimanan, kesabaran, kedisiplinan, dan harapan untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Melalui kolaborasi bersama Wahdah Islamiyah Pasangkayu, Rutan Pasangkayu terus berkomitmen menghadirkan pembinaan kepribadian yang berkelanjutan sebagai bekal bagi warga binaan ketika kembali ke tengah masyarakat.