
Pembelajaran yang dibawakan Ustaz Mus tersebut diikuti oleh seluruh warga binaan. DIROSA merupakan program pembelajaran yang diperuntukkan bagi orang dewasa, sementara Tahsin berfokus pada upaya memperbaiki bacaan Al-Qur'an.
Antusiasme warga binaan terlihat selama pembelajaran berlangsung. Mereka mengikuti materi yang diberikan dan memanfaatkan waktu di dalam Rutan untuk terus belajar serta memperbaiki kemampuan membaca Al-Qur'an.
Kepala Rutan Pasangkayu, Muarif Khakim, mengatakan pembinaan keagamaan merupakan bagian dari proses membangun perubahan pada diri warga binaan.
"Pembinaan bukan hanya bagaimana warga binaan menjalani masa pidananya, tetapi bagaimana waktu tersebut dapat digunakan untuk belajar dan memperbaiki diri. Kegiatan seperti DIROSA dan Tahsin menjadi ruang yang baik untuk itu," ujar Muarif.
Pembelajaran yang dilaksanakan setiap Rabu ini menjadi bagian dari pembinaan kepribadian di Rutan Pasangkayu. Lebih dari sekadar kegiatan rutin, proses tersebut memberi kesempatan kepada warga binaan untuk membangun kebiasaan positif yang dapat menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat.
Dengan demikian, Masjid Rutan tidak hanya menjadi tempat beribadah. Setiap pekan, ruang tersebut juga menjadi tempat warga binaan belajar, memperbaiki bacaan Al-Qur'an, dan mengambil bagian dalam proses memperbaiki diri.