Saya seorang pemuka agama, suka mengisi kelas Dhamma dan ceramah di beberapa vihara, saat ini juga sedang membina warga binaan di lapas cipinang.

Ada kalanya kita perlu menepi dari riuhnya klakson kota dan menyerahkan pendengaran kita pada melodi murni alam. Di ujung Sukabumi, tertidur sebuah kawasan warisan dunia yang menyimpan sejuta pesona geologi, salah satunya adalah Curug Cimarinjung yang berada di dalam kawasan Geopark Ciletuh.

Mendekati area air terjun ini, kita tidak hanya disuguhi oleh pemandangan air yang jatuh dari ketinggian, tetapi juga sebuah mesin waktu visual:
Curug Cimarinjung, sebuah air terjun yang seolah tersembunyi di antara kemegahan dinding-dinding bebatuan karst purba. Alam menjaganya dengan begitu rapi; dibalut oleh rimbunnya pepohonan hijau dan hamparan lumut yang subur, menciptakan harmoni warna yang meneduhkan mata siapa pun yang memandangnya.

Bagi Sahabat Kompasianer yang berencana ke sini, Curug Cimarinjung bukan sekadar tempat untuk berswafoto. Ini adalah tempat untuk mengagumi bentang alam yang telah terbentuk selama jutaan tahun. Keindahan alami yang masih terjaga ini menjadi pengingat pentingnya kita untuk terus merawat bumi.
Anda berdiri di depan air terjun dan merasa semua masalah Anda seketika meluruh bersama aliran airnya? Bagi yang sudah pernah ke Geopark Ciletuh, sudut mana yang paling berkesan bagi Anda?
Yuk, tulis cerita perjalanan Anda di kolom komentar!Ciletuh, Sukabumi