Kali ini saya membahas tentang teori konspirasi Corona dan sudut pandang kejiwaan terhadap penggemar kisah - kisah bersumber dari teori konspirasi. Apa itu pengertian "Konspirasi" ? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia dan Oxford English yang saya kutip dari media online Tirto.id Jika mengacu kepada Oxford English Dictionary, teori konspirasi diartikan sebagai "suatu teori, bahwa kejadian atau gejala timbul sebagai hasil konspirasi antara pihak-pihak yang berkepentingan, dan adanya suatu lembaga yang bertanggungjawab atas kejadian yang tak bisa dijelaskan."
Adapun berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, kata konspirasi memiliki arti persekongkolan atau komplotan orang dalam merencanakan sebuah kejahatan yang dilakukan dengan rapi dan sangat dirahasiakan. Untuk kisah konspirasi Corona akan saya ambil sebuah artikel dari kompas.com berjudul : Dari Senjata Biologis hingga 5G, Ini Teori Konspirasi Sesat tentang Corona. Kompas.com menyarikan ada 3 kisah berkait dengan teori konspirasi Corona :
1. Virus corona senjata biologis asing
2. Teknologi 5G transmisikan virus corona
3. Teori konspirasi dari pemerintah
Badan Kesehatan Dunia, WHO pun tak dari sasaran para gosip bahwa lembagai ini bersekongkol dengan Cina menutup kasus wabah Corona di Wuhan, Cina yang dilontarkan Presiden AS, Donald Trump. Reaksi dari AS, Trump bakal menghentikan bantuan keuangan untuk WHO, ancaman ini cukup membuat WHO kalang kabut pasal 90 persen sumber keuangan lembaga ini ditopang AS.
Bagaimana sudut pandang ilmu kejiwaan terhadap penggemar kisah - kisah berbau konspirasi seperti ini ?
Saya mengambi artikel yang dipublikasi oleh tirto.id pada 14 Juni 2019 dengan judul Kenapa Ada Banyak Orang yang Percaya Teori Konspirasi? Menurut artikel istilah teori konspirasi dipopuler oleh agen rahasia AS, CIA paska pembunuhan Presiden AS JFK untuk menepis anggapan sebagian warga AS tak percaya JFK dibunuh oleh seorang maniak tapi sebuah konspirasi. Sejak media sosial banyak dipakai, sejumlah kisah - kisah konspirasi bermunculan, antara yang populer adalah Neil Amstrong dan Buzz Aldrin tak pernah mendarat di bulan. CIA habisi John F. Kennedy karena takut ia akan membongkar rahasia UFO. Michael Jackson palsukan kematian. Bumi itu sebenarnya datar.
Berikut pendapat pakar terhadap penggemar kisah teori konspirasi Joseph Uscinski, profesor ilmu politik dari University of Miami, menyebutkan bahwa "teori konspirasi merupakan alat bagi yang lemah untuk menyerang sekaligus bertahan melawan yang kuat”. Dengan demikian, teori konspirasi dapat dianggap sebagai senjatanya orang-orang kalah. Teori konspirasi yang paling umum adalah teori yang mengikuti perkembangan arus politik. Acap, partai oposisi dan para pendukungnya cenderung lebih percaya soal persekongkolan jahat, ketimbang mempercayai kelompok berkuasa. Itulah kenapa kemudian teori-teori konspirasi di jagat politik kerap m uncul berbarengan dengan masa pemilihan umum atau pemilihan presiden.
Berdasarkan sebuah riset yang tayang di Social Psychiatry and Psychiatric Epidemiology tahun 2017 menyebutkan bahwa rata-rata orang di AS dengan pendapatan rumah tangga lebih kecil, lebih meyakini adanya teori konspirasi, dibanding mereka yang berpendapatan lebih besar. "Dalam hal ini, teori konspirasi bisa seperti obat emosional. Anda enggan menyalahkan diri sendiri atas hal yang mungkin merugikan Anda, jadi Anda menyalahkan kekuatan yang tak terlihat," ujarnya.
Namun hal berbeda dikatakan oleh Profesor Chris French, seorang psikolog dari Universitas Goldsmith, London. Menurutnya, teori konspirasi dapat dipercaya siapapun, dengan dimensi politik apa saja (kiri, kanan, atau tengah), juga menembus lapisan kelompok sosial mana saja. Satu pendapat yang cukup menarik adalah bahwa penggemar teori konspirasi lebih bertoleransi terhadap hal - hal yang sifatnya melanggar aturan dan kriminal. Dari pandangan - pandangan dari pakar psikologi bisa memberikan gambaran seperti perilaku penggemar cerita konspirasi dan orientasi kejiwaannya. Semoga bermanfaat !!!