Suprihadi SPd
Suprihadi SPd Penulis

Pendidikan SD hingga SMA di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Kuliah D3 IKIP Negeri Yogyakarta (sekarang UNY) dilanjutkan ke Universitas Terbuka (S1). Bekerja sebagai guru SMA (1987-2004), Kepsek (2004-2017), Pengawas Sekolah jenjang SMP (2017- 2024), dan pensiun PNS sejak 1 Februari 2024.

Selanjutnya

Tutup

Video

Pengantin Wanita Berdiri, Menunggu Pengantin Pria Datang

10 Januari 2026   20:07 Diperbarui: 10 Januari 2026   20:07 79 3 1

Pengantin Wanita Berdiri, Menunggu Pengantin Pria Datang


Dalam tradisi Jawa, pertemuan pengantin wanita dan pengantin pria ada yang dilakukan sesuai prosesi adat yang sudah dimodifikasi. Dalam acara resepsi pernikahan putri pertama Pak Syafii, dilakukan upacara temu pengantin dengan narasi bahasa Jawa. Pembawa acara menyampaikan narasi menggunakan Bahasa Jawa.

Pengantin wanita diapit kedua orang tuanya, Pak Syafii dan Bu Rina Dewi diiringi sepasang remaja putri yang membawa kembar mayang. Di belakang metreka tampak seorang perempuan yang menurut pengamatan saya, ia adalah adik bungsu Risya, si pengantin wanita.

Pak Syafii memiliki tiga anak. Anak pertama, Risya. Ada kedua Ridho, dan anak ketiga, saya lupa namanya, berjenis kelamin perempuan, masih kuliah.

Risya sudah menjadi PNS sebagai dokter gigi dan bekerja di puskesmas Maridan wilayah Kecamatan Sepaku. Saat bertugas di sana itulah putri pertama Pak Syafii bertemu Priyo, dosen ITK Balikpapan. Rumah orang tua Priyo di wilayah Kelurahan Maridan. 

Dalam prosesi adat Jawa, pengantin wanita menunggu kedatangan pengantin pria pada sebuah tempat yang sudah dipersiapkan. Saat berjalan menuju lokasi tempat yang disediakan, ada iringan musik Kebo Giro yang cukup fenomenal.

Orang Jawa yang lama tinggal di Jawa dan sering menghadiri acara tradisi pengantin Jawa tentu tidak asing dengan musik Kebo Giro. Iringan musik Kebo Giro secara lengkap dapat disaksikan dalam video berikut ini.


 Mengingat efisiensi waktu, iringan musik Kebo Giro dalam prosesi pengantin putri Pak Syafii hanya sepenggal. Tidak begitu lama iringan musik itu mengiringi langkah demi langkah sang pengantin yang diapit oleh keuda orang tuanya.

Di kiri dan kanan ada sepasang remaja putir yang membawa kembar mayang. Ketika tiba di lokasi yang sudah ditentukan, yaitu di persimpangan "jalan" atau belokan jalan, pengantin wanita berhenti.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2