Suprihadi SPd
Suprihadi SPd Penulis

Pendidikan SD hingga SMA di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Kuliah D3 IKIP Negeri Yogyakarta (sekarang UNY) dilanjutkan ke Universitas Terbuka (S1). Bekerja sebagai guru SMA (1987-2004), Kepsek (2004-2017), Pengawas Sekolah jenjang SMP (2017- 2024), dan pensiun PNS sejak 1 Februari 2024.

Selanjutnya

Tutup

Video

Antrean Macet Lagi setelah Jabat Tangan Ortu Pengantin Pria

11 Januari 2026   17:21 Diperbarui: 11 Januari 2026   19:40 92 5 4

Saya langsung turun dari panggung mengikuti istri tercinta yang sudah lebih dahulu berjalan. Namun, langkah saya terhenti saat melihat ada papan Barcode.

Papan barcode (dokpri)
Papan barcode (dokpri)

Saya segera mencari aplikasi barcode (Pembaca QR & Kode Batang) pada ponsel yang masih saya pegang dan meminta tolong kepada "petugas" yang berdiri di dekat papan barcode tersebut. Setelah terekam (terunduh), saya segera berjalan menuju pintu keluar.

Dalam hati saya membatin, tadi tidak ikut berfoto bersama pengantin, tentu ndak ada foto saya. He...he.. ndak apa melihat foto orang lain bersama pengantin. Siapa tahu berguna nantinya.

Di luar gedung, saya berjumpa dengan Pak Mukafik, pensiunan PNS juga seperti saya. Ia bercerita bahwa lokasi acara resepsi pernikahan putri pertama Pak Syafii itu belum diketahui sebelumnya. Ia harus bertanya-tanya kepada pengawas sekolah lain.

Mengingat kondisi di luar cukup panas (mentari memancarkan sinarnya cukup kuat), saya segera mempersilakan Pak Mukafik untuk menuju pintu masuk. saya tidak ingin mengobrol lebih lama lagi.

Istri saya sempat berjabat tangan dengan istri Pak Mukafik. Selanjutnya, saya ajak istri tercinta menuju tempat parkir sepeda motor. Pada saat saya sedang menyiapkan kendaraan untuk dibawa jalan, lewatlah Pak Anas Baenana dengan mobil kesayangannya di dekat sepeda motor yang terparkir. Ada di dalam mobil itu istri dan anak ragilnya, Dzaky.

Berfoto bersama Pak Anas, Istri, dan Dzaky (dokpri)
Berfoto bersama Pak Anas, Istri, dan Dzaky (dokpri)

Pada saat di dalam aula tempat resepsi, saya sempat duduk satu meja dengan mereka. Kami bertegur sapa sebentar. Selanjutnya, mobil Pak Anas berlalu. 

Penajam Paser Utara, 11 Januari 2026 

 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2