Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Pgri Semakin Abadi di Hut ke-80 pgri yang Tak Pernah Padam

29 November 2025   10:20 Diperbarui: 29 November 2025   10:59 154 1 1

Omjay guru blogger indonesia/dokpri
Omjay guru blogger indonesia/dokpri

PGRI ABADI: SEMANGAT 80 TAHUN YANG TAK PERNAH PADAM
Liputan Langsung Omjay dari Britama Arena, Kelapa Gading -- Jakarta

Hari ini, Britama Arena Kelapa Gading berubah menjadi lautan manusia. Ribuan guru dari seluruh penjuru negeri berdatangan sejak pagi, membawa bendera kabupaten, spanduk daerah, hingga nyanyian riang yang membuat suasana di pintu luar arena terasa seperti festival persatuan profesi terbesar di Indonesia. Inilah puncak perayaan HUT ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), sebuah momentum bersejarah yang membuktikan bahwa PGRI bukan sekadar organisasi profesi --- tetapi rumah besar para pendidik Indonesia. Sebuah rumah yang abadi oleh waktu, sejarah, dan pengabdian.

Keramaian yang Menggetarkan: Guru Berkumpul dari Sabang sampai Merauke

Sejak memasuki area depan Britama Arena, saya---Omjay---melihat rombongan demi rombongan guru mengenakan seragam khas PGRI. Rombongan dari Jawa Barat datang sambil membawa rebana kecil, rombongan dari NTT bernyanyi lagu daerah dengan penuh semangat, guru-guru dari Kalimantan membawa poster tokoh-tokoh pendidikan, sementara rombongan dari Sumatera hadir membawa semangat budaya yang kental.

Pintu luar arena dipenuhi senyum, pelukan, dan saling tegur sapa. Guru-guru yang mungkin tak pernah bertemu sebelumnya, pagi ini saling menyapa seperti saudara lama. Inilah kekuatan PGRI: persatuan yang melampaui garis geografis dan budaya.


Acara Dimulai Sangat Meriah

Begitu memasuki arena, suasana semakin menggugah. Lampu-lampu panggung, layar LED raksasa, deretan kursi yang dipadati para anggota, hingga musik pembuka yang menggema membuat perayaan ini terasa seperti perhelatan nasional.

Pembawa acara membuka kegiatan dengan penuh semangat, diikuti penampilan seni budaya dari berbagai daerah. Tepuk tangan membahana saat barisan tari tradisional naik ke panggung, memperlihatkan bahwa guru bukan hanya mendidik, tetapi juga penjaga kebudayaan bangsa.

Ketika lagu "Hymne PGRI" dan "Mars PGRI" dikumandangkan, seluruh peserta berdiri tegap. Suara ribuan guru yang bersatu menyanyikan lagu perjuangan itu membuat dada bergetar. Ada rasa haru yang sulit digambarkan: 80 tahun perjuangan, 80 tahun pengabdian, 80 tahun kesetiaan guru kepada bangsa.

PGRI Abadi: Makna 80 Tahun Perjuangan Guru

Usia 80 tahun bukan sekadar angka.
Ini adalah bukti sejarah bahwa PGRI telah melewati zaman demi zaman: masa revolusi, masa transisi, masa reformasi, hingga era digital seperti sekarang. PGRI tetap berdiri tegak sebagai pelindung guru, pembela hak-hak pendidik, sekaligus ruang persatuan dan penguatan profesi.

Sebutan "PGRI Abadi" bukan sekadar tagline.
Ia adalah semangat yang diwariskan dari generasi ke generasi guru Indonesia.
Abadi dalam perjuangan.
Abadi dalam pengabdian.
Abadi dalam cinta kepada pendidikan.

Liputan Langsung Omjay: Melihat Semangat dari Dekat

Sebagai Guru Blogger Indonesia, saya merasa beruntung bisa hadir langsung di lokasi, menyaksikan satu per satu momen yang menggetarkan ini. Saya melihat bagaimana guru-guru senior yang telah puluhan tahun mengajar berjalan pelan namun tetap semangat, bagaimana guru-guru muda berfoto, mendokumentasikan setiap detik, dan bagaimana perayaan ini menjadi bukti bahwa profesi guru ternyata masih sangat dihormati ketika guru mampu bersatu dan menunjukkan eksistensinya.

Setiap wajah menyimpan cerita:
tentang kelas-kelas kecil di pelosok, perjuangan sertifikasi, pengabdian tanpa batas, dan harapan masa depan yang lebih baik untuk dunia pendidikan Indonesia.

Penutup: Semangat yang Tak Pernah Padam

Di HUT ke-80 ini, PGRI menunjukkan bahwa organisasi ini bukan organisasi yang menua---melainkan organisasi yang matang, kuat, dan terus relevan. Kebersamaan ribuan guru di Britama Arena hari ini membuktikan bahwa PGRI tetap menjadi rumah besar bagi semua pendidik yang ingin memperjuangkan martabat profesi.

Dari Britama Arena, saya melihat sendiri betapa PGRI masih hidup, masih semangat, dan masih menjadi tumpuan harapan jutaan guru Indonesia.

PGRI ABADI.
Guru Bersatu, Indonesia Maju.

--- Omjay, Guru Blogger Indonesia
Liputan langsung HUT ke-80 PGRI di Britama Arena, Kelapa Gading, Jakarta.
Blog https://wijayalabs.com