Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Liburan Akhir Tahun Kami Ikut Temu Penulis KBMN PGRI yang Keempat di BBGTK Batu Malang Jawa Timur. Inilah kisah Omjay kali ini di kompasiana tercinta, dan Omjay mengajak kawan-kawan penulis untuk ikut bersama kami baik online maupun offline.
Berikut ini Omjay tuliskan versi khusus Kompasiana dengan judul sederhana, gaya naratif--reflektif, lebih menggugah emosi, dan tetap informatif agar nyaman dibaca warga Kompasiana tercinta.
Liburan Akhir Tahun yang Tak Sekadar Jalan-Jalan: Guru, Menulis, dan Bahagia di Kota Batu
Akhir tahun selalu identik dengan koper, kamera, dan daftar tempat wisata. Tapi di balik semua itu, ada pertanyaan sederhana yang jarang kita renungkan: apakah liburan hanya tentang pergi, atau juga tentang pulang dengan makna?
Bagi para guru dan pegiat literasi, liburan bisa menjadi lebih dari sekadar rehat. Ia bisa menjadi ruang belajar, ruang berbagi, bahkan ruang untuk menemukan kembali semangat yang sempat lelah. Itulah semangat yang diusung Temu Penulis KBMN PGRI Keempat yang akan digelar pada 21--23 Desember 2025 di BBGTK Jawa Timur, Kota Batu, Malang.
Ketika Liburan Bertemu Literasi
Kota Batu dengan udara sejuk dan lanskap pegunungan seakan mengajak siapa pun untuk berhenti sejenak dari rutinitas. Di kota inilah KBMN PGRI merangkai sebuah peristiwa: mempertemukan guru-guru dari berbagai daerah dalam satu meja, satu cerita, dan satu semangat yaitu menulis untuk kebermanfaatan.
Acara ini bukan sekadar seminar yang kaku. Ia adalah perjumpaan manusiawi. Guru datang bukan hanya membawa buku catatan, tetapi juga kisah hidup, pengalaman mengajar, kegelisahan, dan harapan. Di sinilah literasi menjadi dekat, hangat, dan membumi.
Belajar, Bersahabat, dan Bertumbuh