Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Mengapa Gopay Kompasiana Kian Langka Dan Sulit Didapat?

18 Februari 2026   07:57 Diperbarui: 18 Februari 2026   14:56 233 17 15

Kurasi yang Kian Ketat, Tapi Tak Terbaca

Kompasiana berhak memperketat kurasi. Itu wajar. Yang menjadi soal adalah ketika kriterianya tidak terbaca oleh penulis. 

Banyak tulisan bernas, berbasis pengalaman nyata, dan kritis terhadap kebijakan publik justru terlewatkan.

Sebaliknya, saya Omjay melihat artikel yang dangkal, seremonial, bahkan sekadar mengulang rilis kegiatan, lebih sering muncul di ruang-ruang utama. 

Di sinilah kegelisahan muncul: apakah kualitas masih menjadi tolok ukur utama, atau ada pertimbangan lain yang tak pernah dibicarakan? Mohon penjelasannya!

Ketika Pengalaman Nyata Kalah oleh Tulisan Aman

Sebagai guru dan praktisi pendidikan, saya menulis dari lapangan: tentang murid, kebijakan yang tak berpihak, dan realitas sekolah. Tulisan semacam ini tidak selalu nyaman dibaca, tetapi jujur dan nyata.

Namun tampaknya, tulisan yang terlalu kritis kini berjalan di lorong sempit. Lebih aman menulis yang normatif, netral, dan tak mengusik siapa pun. 

Jika ini yang terjadi, Kompasiana perlahan kehilangan salah satu ruhnya: keberanian berpikir. Keberanian menyampaikan pendapatnya dan keberanian mengkritik pengelola kompasiana.

GoPay dan Rasa Keadilan yang Memudar

Saya Omjay tidak menulis demi GoPay. Sejak awal, saya menulis untuk berbagi dan mengedukasi. Namun ketika apresiasi terasa hanya berputar pada nama atau pola tertentu, rasa keadilan itu perlahan memudar.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3