Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Omjay Sibuk Setengah Mati, Tapi Ibadah Tetap Berkualitas

26 Februari 2026   07:29 Diperbarui: 26 Februari 2026   07:29 135 4 2

Omjay menuliskan dalam salah satu catatan pribadinya, 

"Kesibukan akan selesai, jabatan akan berganti, tepuk tangan akan berhenti. Tapi amal akan menemani hingga mati."

Kalimat itu menjadi pengingat yang Omjay pegang erat. Kematian itu pasti dan akan kita temui.

Refleksi untuk Kita Semua

Kisah Omjay ini adalah cermin bagi kita. Di era serba cepat ini, banyak orang bangga dengan jadwal yang penuh. Kita merasa penting ketika sibuk. Kita merasa produktif ketika lelah.

Namun pernahkah kita bertanya: apakah ibadah kita semakin berkualitas, atau justru semakin terburu-buru?

Menjaga kualitas ibadah bukan berarti meninggalkan dunia. Bukan pula harus mengurangi karya. Tetapi bagaimana menjadikan setiap aktivitas dunia sebagai jembatan menuju akhirat.

Omjay telah membuktikan bahwa menjadi guru, penulis, pembicara, sekaligus hamba yang berusaha taat bukanlah hal yang mustahil. Kuncinya ada pada niat, disiplin waktu, dan kesadaran bahwa Allah selalu mengawasi.

Omjay ketika menjadi narsum di SMKN 6 Jakarta
Omjay ketika menjadi narsum di SMKN 6 Jakarta

Di antara rapat dan rakaat, di antara deadline dan doa, Omjay memilih untuk tidak kehilangan arah. Omjay mungkin sibuk, tetapi Omjay tidak ingin jauh dari Tuhannya. Kecerdasan buatan membantu Omjay dalam menulis.

Semoga kisah Omjay ini mengingatkan kita bahwa kualitas ibadah tidak ditentukan oleh lapangnya waktu, melainkan oleh lapangnya hati. Jagalah hati jangan kau nodai. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6