Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.
Kisah Omjay kali ini tentang Tips Kreatif Menambah Penghasilan Selama bulan Ramadan.
Sebuah Kisah Inspiratif Omjay: Guru yang Menulis Setiap Hari hingga Jadi Narasumber Nasional.
Ramadan bukan sekadar bulan menahan lapar dan dahaga. Ia adalah bulan latihan mental, spiritual, dan emosional. Namun bagi sebagian orang, Ramadan juga menjadi momentum kebangkitan ekonomi dan kreativitas.
Di tengah sunyi selepas sahur dan khusyuknya malam setelah tarawih, lahirlah banyak ide besar. Dan salah satu kisah nyata yang layak diceritakan adalah perjalanan Dr. Wijaya Kusumah, yang akrab disapa Omjay---seorang guru yang membuktikan bahwa konsistensi kecil setiap hari bisa mengubah hidupnya secara luar biasa.
Artikel kisah Omjaynini bukan sekadar cerita. Ini adalah undangan untuk bangkit.
Dari Guru Biasa Menjadi Guru yang Menginspirasi Indonesia.

Omjay bukan selebritas. Bukan pula pejabat tinggi. Omjay hanya seorang guru yang mencintai dunia pendidikan. Namun ada satu kebiasaan sederhana yang membedakannya dari banyak orang yaitu: menulis setiap hari.
Ia tidak menunggu inspirasi.
Ia tidak menunggu waktu luang.
Ia tidak menunggu sempurna.
Ia hanya menulis.
Di bulan Ramadan, kebiasaan itu justru semakin kuat. Seusai sahur, ketika banyak orang kembali terlelap, Omjay membuka ponsel atau laptopnya. Seusai tarawih, saat sebagian orang sibuk berselancar tanpa arah di media sosial, ia memilih menulis refleksi.