Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Saat Guru Dikomentari Anggota DPR Omjay Memilih Menjawab Dengan Karya dan Kebijaksanaan

28 Maret 2026   07:38 Diperbarui: 28 Maret 2026   13:14 272 6 4

Omjay bersama istri/dokpri
Omjay bersama istri/dokpri

Saat Guru Dikomentari anggota DPR, Omjay Memilih Menjawab dengan Karya dan Kebijaksanaan. Inilah kisah Omjay di Kompasiana tercinta.

Pagi itu, Omjay nama panggilan yang begitu lekat dengan sosok Dr. Wijaya Kusumah, membaca sebuah artikel yang tengah viral di media sosial. 

Isinya cukup tajam. Mengaitkan komentar seorang figur publik yang sekarang menjadi anggota DPR dari partai Gerindra. Kita tentu sudah tahu namanya dengan masa lalunya yang penuh kontroversi, lalu membandingkannya dengan profesi guru yang selama ini bekerja dalam sunyi. Istri artis Ahmad Dani itu sering disebut pelakor.

Sebagai seorang guru, hati Omjay terusik. Bukan karena ingin membela atau menyerang siapa pun, melainkan karena ada satu hal yang jauh lebih penting: bagaimana profesi guru ditempatkan dalam ruang publik.

Omjay sempat menarik napas panjang.

"Menjadi guru itu bukan soal siapa yang sempat mengomentari kita," gumamnya dalam hati, "tetapi bagaimana kita terus memperbaiki diri, meski dunia terkadang tidak memahami perjuangan kita."

Guru Tak Perlu Membalas dengan Amarah

Omjay memahami betul, di era digital seperti sekarang, siapa pun bisa berbicara. Termasuk tokoh publik seperti Mulan Jameela yang disebut dalam artikel tersebut. Namun, bagi Omjay, membalas komentar dengan emosi bukanlah jalan seorang pendidik.

Omjay justru melihat ini sebagai cermin.

"Kalau ada yang mengomentari kualitas guru," pikirnya, "maka itu tanda kita harus semakin menunjukkan kualitas kita, bukan sekadar membantahnya."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4