Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Menulis adalah Passion: Kisah Omjay yang Tak Pernah Padam dalam menulis setiap hari.
Oleh: Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd
Menulis bukan sekadar aktivitas merangkai kata. Ia adalah perjalanan jiwa, rekam jejak pemikiran, sekaligus warisan abadi yang tak lekang oleh waktu.
Dalam kelas KBMN (Kelas Belajar Menulis Nusantara) PGRI Angkatan 34 semalam, saya kembali diingatkan bahwa menulis bukan soal bakat, melainkan soal kemauan dan kebiasaan.
Dari sanalah, saya teringat perjalanan panjang saya sendiri. Sebuah perjalanan yang membuktikan bahwa menulis adalah passion.
Saya, Dr. Wijaya Kusumah, yang sering dipanggil Omjay, bukanlah seseorang yang sejak awal hebat dalam menulis. Bahkan, jika jujur, saya juga pernah berada di titik yang sama seperti banyak peserta KBMN 34 malam itu: ragu, tidak percaya diri, dan bingung harus memulai dari mana. Namun satu hal yang membedakan adalah keberanian untuk mencoba dan terus melangkah.
Dalam sesi yang dibawakan oleh ibu Sri Sugiastuti, atau yang akrab disapa Bunda Kanjeng, peserta diajak untuk mengubah mindset. Bahwa menulis bukanlah bakat bawaan, melainkan keterampilan yang bisa dilatih. Pernyataan itu begitu sederhana, namun memiliki kekuatan luar biasa. Bunda Kanjeng berhasil menghancurkan mitos lama yang selama ini menjadi penghambat banyak orang untuk mulai menulis.
Saya Omjay tersenyum ketika mendengar peserta berbagi alasan mengapa mereka belum menulis. Ada yang merasa tidak percaya diri, takut salah, bahkan ada yang merasa tulisannya tidak layak dibaca.
Bukankah itu juga pernah saya rasakan? Namun, seperti yang disampaikan Bunda Kanjeng, musuh terbesar kita bukanlah kemampuan, melainkan diri kita sendiri.
Perjalanan saya di dunia literasi dimulai dari hal sederhana: menulis di blog pribadi. Saya percaya bahwa setiap orang yang memiliki ponsel sebenarnya sudah bisa menulis.
Tinggal bagaimana kita mau atau tidak untuk memulai. Dari situlah, saya mulai aktif berbagi tulisan, membangun komunitas, hingga akhirnya dipercaya untuk membimbing banyak guru di seluruh Indonesia.
Bagi saya, menulis bukan sekadar hobi. Menulis telah menjadi bagian dari hidup. Menulis untuk hidup dan hidup untuk menulis. Bahkan lebih dari itu, menulis adalah passion.