Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Kisah Omjay kali ini tentang KRL Commuter Line Bertabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur: Tragedi di Jalur Padat yang Mengguncang Publik.
https://youtube.com/shorts/qPtXn0k576E?si=A1IXcRnAHxb43BbA
Detik-Detik Maut di Bekasi Timur: KRL Ditabrak KA Argo Bromo Anggrek, Dugaan Taksi Nerobos Picu Tragedi! Terekam video amatir milik warga.

Insiden tragis kembali terjadi di jalur transportasi kereta api Indonesia. Tabrakan antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur menjadi sorotan nasional, bahkan mendapat perhatian media internasional seperti BBC. Peristiwa ini bukan sekadar kecelakaan biasa, tetapi menjadi alarm keras bagi sistem keselamatan transportasi rel di Indonesia.
https://youtube.com/shorts/sb8TMZOC6sk?si=P0fDddxAJWLiC9S1
Kronologi Kejadian
Berdasarkan rangkuman informasi yang beredar dan dilaporkan berbagai sumber, termasuk media internasional, tabrakan terjadi pada Senin malam, 27 April 2026 sekitar pukul 20.55 WIB di kawasan Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat.
Saat kejadian, sebuah KRL Commuter Line tujuan Cikarang dilaporkan sedang berhenti di jalur stasiun. Situasi mendadak berubah mencekam ketika dari arah belakang melaju KA Argo Bromo Anggrek (rute Gambir--Surabaya Pasarturi).
Tanpa sempat menghindar, kereta jarak jauh tersebut menabrak bagian belakang KRL dengan benturan keras. Dampak paling parah terjadi di gerbong belakang KRL, yang menurut sejumlah laporan merupakan gerbong khusus wanita. Bagian tersebut terlihat hancur, dengan rangka logam terlipat dan kaca pecah berserakan.