Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.
Mereka juga masih memiliki rentang konsentrasi pendek. Duduk tenang selama 30 menit saja sudah menjadi perjuangan besar bagi sebagian anak. Karena itu jangan heran bila mereka lebih suka bermain dibanding belajar.
Selain itu, anak usia ini masih belajar memahami instruksi. Kadang mereka bukan tidak mau mendengar, tetapi memang belum sepenuhnya paham apa yang diminta. Maka sebelum marah, cobalah pahami dulu dunianya.

Pertama, Jangan Langsung Membentak
Kesalahan paling umum saat menghadapi anak kecil adalah langsung membentak ketika mereka melakukan kesalahan. Padahal bentakan sering kali hanya membuat anak takut, bukan mengerti.
Anak yang terlalu sering dibentak bisa tumbuh menjadi pribadi yang minder, mudah cemas, bahkan suka melawan. Mereka mungkin diam saat dimarahi, tetapi hatinya terluka.
Ketika emosi mulai naik, tarik napas perlahan. Diam beberapa detik. Jangan langsung bereaksi. Kadang orang dewasa lebih membutuhkan pengendalian diri dibanding anak-anak.
Kedua, Turunkan Ekspektasi yang Terlalu Tinggi
Ada orang tua yang berharap anak kelas 1 SD harus langsung pintar membaca, menulis rapi, berhitung cepat, dan selalu mendapat nilai bagus. Akibatnya, anak ditekan terus setiap hari.
Padahal setiap anak memiliki kemampuan berbeda. Ada yang cepat membaca tetapi lambat berhitung. Ada yang aktif berbicara tetapi sulit fokus. Ada yang cerdas menggambar tetapi kurang percaya diri di kelas.
Jangan membandingkan anak dengan anak lain. Perbandingan hanya membuat anak merasa dirinya tidak berharga. Fokuslah pada perkembangan kecil yang mereka capai setiap hari.