Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Kisah Omjay: Menjaga Hati dan Lisan Serta Martabat Guru

21 Mei 2026   09:32 Diperbarui: 21 Mei 2026   18:17 102 8 4


Kisah Omjay: Menjaga Hati, Menjaga Lisan, Menjaga Martabat Guru. Semoga bermanfaat buat pembaca kompasiana tercinta.

Pagi itu, sebuah pesan singkat masuk ke grup WhatsApp. Isinya sederhana, tetapi sangat dalam maknanya. Tentang hati dan lisan. Tentang bagaimana ucapan seseorang sesungguhnya adalah cermin dari apa yang tersimpan di dalam hatinya.

omjay guru blogger indonesia/dokpri
omjay guru blogger indonesia/dokpri

Pesan itu dibuka dengan kutipan indah dari Jalaluddin Rumi:

"Hati yang bersih tidak akan membiarkan mulut berbicara kotor. Bersihkan hati dan Anda membersihkan ucapan Anda."

Omjay membaca kalimat itu perlahan. Lama sekali. Seolah setiap kata sedang mengetuk pintu hatinya. Sebagai seorang guru, Omjay sadar bahwa tugas mendidik bukan hanya soal menyampaikan pelajaran di kelas. Bukan hanya soal angka rapor, tugas, atau ujian. Lebih dari itu, guru adalah penjaga ucapan. Penjaga sikap. Penjaga hati.

Sebab murid tidak hanya mendengar apa yang diajarkan guru, tetapi juga meniru bagaimana guru berbicara dan bersikap. Omjay pernah mengalami masa-masa sulit dalam hidupnya sebagai guru. Ada saat ketika tulisan-tulisannya dikritik. Ada waktu ketika niat baiknya disalahpahami. Bahkan pernah ada orang yang menyerangnya dengan kata-kata yang menyakitkan.

Namun dari semua pengalaman itu, Omjay belajar satu hal penting: Ucapan buruk orang lain tidak harus dibalas dengan keburukan yang sama. Karena hati yang bersih akan memilih diam daripada melukai. Hati yang jernih akan memilih mendoakan daripada menghina.

Omjay teringat nasihat Yahya bin Mu'adz rahimahullah yang mengatakan bahwa hati itu seperti panci yang mendidihkan isi di dalamnya, sedangkan lisan adalah gayungnya. Ketika seseorang berbicara, sesungguhnya ia sedang menuangkan isi hatinya.

Jika hatinya penuh kasih, maka lisannya menenangkan.
Jika hatinya penuh amarah, maka lisannya menyakitkan.
Jika hatinya penuh iri, maka ucapannya akan menjatuhkan orang lain.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3