Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Ketika Penulis Hebat Menuliskan Kisah Omjay

21 Juni 2026   17:06 Diperbarui: 21 Juni 2026   19:38 177 9 0

Ilustrasi artikel/Chatgpt 
Ilustrasi artikel/Chatgpt 

Kisah Omjay kali ini tentang Ketika Penulis Hebat Menuliskan Kisah Saya. Sebuah kisah yang dituliskan Oleh: Omjay (Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd.) untuk Kompasiana tercinta.

Pagi itu saya tersenyum membaca sebuah tulisan dari Bang Rosadi Jamani. Abang Rosadi Jamani adalah ketua satu pena Kalbar yang terkenal.

Saya mengenalnya sebagai penulis yang produktif, cerdas, kritis, dan memiliki gaya khas yang mampu membuat pembaca tersenyum sekaligus berpikir. 

Tulisan beliau mengalir ringan, penuh humor, namun sarat makna. Saya termasuk salah satu pembacanya yang setia. Omjay kagum dengan gaya menulisnya yang khas.

Jujur saja, ketika membaca artikel berjudul "Penulis Hebat Minta Kisahnya Ditulis dengan Gaya Koptagul", hati saya terasa hangat. 

Bukan karena nama saya disebut berkali-kali, tetapi karena saya melihat ketulusan seorang sahabat literasi yang mampu memandang segala sesuatu dengan sudut pandang yang indah.

Saya Omjay merasa apa yang ditulis Bang Ros terlalu berlebihan. Saya hanyalah seorang guru biasa yang kebetulan senang menulis. Saya bukan penulis hebat seperti yang beliau gambarkan.

Saya masih terus belajar merangkai kata, belajar memahami kehidupan, dan belajar menyampaikan pengalaman agar bermanfaat bagi orang lain. Itu saja niat saya menulis.

Kalau ada yang bertanya apa rahasia saya bisa menulis setiap hari, jawabannya sebenarnya sangat sederhana. Saya tidak pernah berpikir untuk menjadi penulis besar. Saya hanya berusaha mencatat apa yang saya lihat, apa yang saya alami, dan apa yang saya rasakan. Dari situlah tulisan-tulisan saya lahir.

Banyak orang mengira menulis harus menunggu inspirasi datang. Padahal inspirasi itu sering kali sudah ada di sekitar kita. Perjalanan naik LRT, obrolan dengan murid, pertemuan dengan sahabat, pengalaman sakit di rumah sakit, hingga secangkir kopi di pagi hari bisa menjadi bahan tulisan yang berharga.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3