Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.
Hal yang membuat saya semakin terharu adalah cara mereka melayani masyarakat. Tidak ada kesan sedang mencari pujian atau popularitas. Mereka melakukannya dengan penuh ketulusan.
Senyum yang mereka berikan kepada setiap penerima sarapan menunjukkan bahwa kebahagiaan sejati memang lahir ketika kita mampu membahagiakan orang lain.
Di sela-sela kegiatan tersebut, saya memperhatikan wajah-wajah para penerima sarapan. Banyak di antara mereka yang tampak gembira. Ada yang mengucapkan terima kasih berkali-kali.
Ada pula yang mendoakan agar usaha Warteg Rizki semakin maju dan berkembang. Doa-doa sederhana itu meluncur dari hati yang tulus. Tak lupa pula Omjay mendoakan semoga warteg Rizki yang dirintis beliau bersama keluarga ramai pengunjungnya.
Sebagai seorang guru, saya belajar banyak dari peristiwa pagi itu. Pendidikan sejatinya tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Pendidikan juga hadir melalui keteladanan.
Apa yang dilakukan Pak Haji Dedi dan istrinya merupakan bentuk pendidikan karakter yang sangat kuat. Mereka mengajarkan nilai kepedulian, empati, gotong royong, dan rasa syukur melalui tindakan nyata.
Saya membayangkan jika semakin banyak pelaku usaha yang memiliki semangat berbagi seperti ini, tentu kehidupan masyarakat akan menjadi lebih hangat. Tidak harus dalam jumlah besar.
Kadang-kadang satu bungkus nasi, secangkir kopi, atau sepotong pisang goreng bisa menjadi penyemangat bagi seseorang untuk menjalani hari dengan lebih baik.
Peristiwa pagi ini juga mengingatkan saya bahwa keberhasilan sebuah usaha tidak hanya diukur dari besarnya keuntungan yang diperoleh. Keberhasilan juga dapat diukur dari seberapa besar manfaat yang diberikan kepada masyarakat sekitar.
Warteg Rizki tidak hanya menjadi tempat makan, tetapi juga menjadi tempat tumbuhnya nilai-nilai kemanusiaan yang sangat dibutuhkan di zaman sekarang.
Sebelum berpisah dan melanjutkan perjalanan menuju LRT, saya sempat mengabadikan momen kebersamaan bersama Pak Haji Dedi dan istrinya. Nanti pulang sekolah, Omjay berencana mampir ke warteg rizki, sekalian ambil sepeda motor di penitipan.