Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Buku buku Omjay Terbang Bersama JNE Ke Pelosok Nusantara

22 Juni 2026   20:49 Diperbarui: 23 Juni 2026   07:04 246 6 6

Saya tetap menulis meskipun tidak ada yang memuji. Saya terus menulis meskipun terkadang harus mencuri waktu di sela-sela kesibukan mengajar.

Banyak guru bertanya kepada saya, "Omjay, bagaimana caranya agar bisa menulis buku?"

Saya selalu menjawab dengan sederhana. Jangan berpikir tentang buku terlebih dahulu. Biasakan diri menulis setiap hari. Tulis apa yang kita alami. Tulis apa yang kita rasakan. Tulis apa yang kita pelajari. Jika dilakukan secara konsisten, tulisan-tulisan itu akan terkumpul dan pada akhirnya menjadi buku.

Buku yang dikirim hari ini sebenarnya bukan sekadar kumpulan kertas yang dijilid rapi. Di dalamnya ada pengalaman hidup, perjuangan, kegagalan, harapan, dan semangat berbagi ilmu. Setiap halaman mengandung cerita yang mungkin dapat menginspirasi orang lain untuk terus belajar dan berkembang.

Saya sangat bersyukur karena JNE menjadi bagian penting dalam perjalanan ini. Berkat jaringan pengiriman yang luas, buku-buku karya saya dapat sampai ke tangan pembaca di berbagai daerah. Dari Bekasi tempat saya tinggal, buku-buku itu terbang menuju kota-kota yang mungkin belum pernah saya kunjungi. Bayangkan betapa bahagianya seorang penulis ketika mengetahui karyanya dibaca oleh orang-orang yang tinggal ratusan bahkan ribuan kilometer jauhnya.

Setiap paket yang dikirim bukan hanya membawa buku. Paket itu membawa semangat. Paket itu membawa inspirasi. Paket itu membawa harapan agar semakin banyak orang gemar membaca dan menulis. 

Saya membayangkan seorang guru di Sulawesi membuka paket tersebut lalu membaca halaman demi halaman. Saya juga membayangkan seorang sahabat literasi di Jawa Timur menemukan ide baru setelah membaca tulisan saya. 

Semua itu menjadi kebahagiaan tersendiri yang tidak dapat diukur dengan uang.

Perjalanan menjadi penulis memang tidak selalu mudah. Ada kalanya ide terasa buntu. Ada saat-saat ketika tulisan tidak kunjung selesai. Ada juga masa ketika rasa malas datang menghampiri. Namun saya belajar bahwa keberhasilan bukan milik orang yang paling pintar, melainkan milik mereka yang paling konsisten.

Menulis adalah proses melatih diri untuk berpikir. Ketika kita menulis, kita belajar menyusun gagasan secara runtut. Kita belajar mengolah pengalaman menjadi pelajaran berharga. Kita belajar melihat kehidupan dari sudut pandang yang lebih luas. Karena itu saya selalu mengajak para guru untuk menulis. Guru yang menulis akan meninggalkan jejak ilmu yang dapat dibaca lintas generasi.

Hari ini saya kembali mendapatkan pelajaran berharga. Sebuah tulisan yang lahir dari hati ternyata mampu menembus batas wilayah dan jarak. Buku-buku itu kini sedang melakukan perjalanan panjang menuju para pembacanya. Ada yang menempuh perjalanan darat, laut, bahkan udara. Semua itu terjadi karena sebuah kebiasaan sederhana yang saya lakukan setiap hari: menulis.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3