Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Mengapa Guru Sulit Kuat Padahal Memiliki Organisasi Besar?

24 Juni 2026   07:19 Diperbarui: 24 Juni 2026   11:42 232 5 4

Omjay guru blogger Indonesia/dokpri
Omjay guru blogger Indonesia/dokpri

Mengapa Guru Sulit Kuat Padahal Memiliki Organisasi Besar?

Oleh: Omjay (Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd.)

Selamat pagi pembaca kompasiana tercinta. Pagi ini saya membaca sebuah pesan dari Pak Zainuddin, sahabat guru dari Kendari. Pesannya singkat, tetapi mampu mengaduk pikiran saya sepanjang perjalanan menuju sekolah.

"Saya suka tulisan Omjay. Sampai kapan guru diperlakukan tidak adil? Seolah dikubur dalam-dalam setiap ada tuntutannya. Kira-kira di mana titik lemahnya sementara guru memiliki organisasi besar?"

Saya membaca pesan itu berulang kali.

Ada kegelisahan yang sangat dalam di balik kalimat tersebut. Kegelisahan yang mungkin dirasakan jutaan guru di seluruh Indonesia. Kegelisahan tentang mengapa suara guru sering kali terdengar lirih, padahal jumlah guru sangat besar. 

Kegelisahan tentang mengapa aspirasi guru terkadang tidak mendapatkan perhatian yang semestinya. Kegelisahan tentang mengapa profesi yang begitu penting dalam membangun bangsa justru sering berada pada posisi yang kurang kuat ketika memperjuangkan kepentingannya.

Saya kemudian menjawab singkat.

"Titik lemahnya ada pada guru itu sendiri yang kurang bersatu."

Jawaban itu mungkin terasa pahit. Namun semakin lama saya aktif di dunia pendidikan, organisasi profesi, dan komunitas guru, semakin saya menyadari bahwa masalah terbesar guru bukan terletak pada jumlah, melainkan pada persatuan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5