Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.
https://youtube.com/shorts/7kHBACr8YxQ?si=bEosiXNdDCNZFFNq
Kisah Omjay atau Wijaya Kusumah kali ini tentang: Jalan-Jalan Pagi Omjay di Sekitar Perumahan Springhill Yume Lagoon Cisauk Tangerang Banten.

Ketika Setiap Langkah Menjadi Dzikir, Syukur, dan Sumber Inspirasi yang dituliskan Oleh: Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd. (Omjay - Guru Blogger Indonesia) untuk kompasiana.
Saat itu langit Cisauk masih diselimuti cahaya lembut ketika saya Omjay membuka pintu rumah. Jam di tangan baru menunjukkan sekitar pukul enam.
Udara terasa begitu segar. Angin berembus perlahan, membawa aroma pepohonan yang basah oleh embun. Burung-burung berkicau riang seolah mengajak setiap orang untuk menyambut hari dengan penuh semangat.
Saya pun melangkahkan kaki menyusuri jalan-jalan yang rapi di sekitar Perumahan Springhill Yume Lagoon, Cisauk, Tangerang. Tidak ada target harus berjalan berapa kilometer. Tidak ada keinginan memecahkan rekor langkah. Saya Omjay hanya ingin menikmati pagi, mensyukuri kesehatan, dan berdialog dengan diri sendiri.
Sejak Allah menguji saya dengan diabetes dan gejala stroke beberapa waktu lalu, cara saya memandang hidup sangat berubah.
Dahulu saya sering menganggap sehat sebagai sesuatu yang biasa. Kini saya menyadari bahwa kesehatan adalah nikmat luar biasa yang sering baru disadari ketika mulai berkurang.
Oleh karena itulah setiap pagi saya berusaha meluangkan waktu berjalan kaki. Langkah demi langkah menjadi bagian dari ikhtiar menjaga amanah tubuh yang Allah titipkan.
Sepanjang perjalanan, saya melihat begitu banyak pemandangan yang menyejukkan hati. Ada anak-anak yang bersepeda sambil tertawa lepas. Ada pasangan lansia yang berjalan berdampingan dengan senyum bahagia. Ada seorang ayah yang menggandeng putrinya sambil mengajarkan cara menyeberang jalan dengan benar. Ada pula para pekerja yang berangkat lebih awal dengan semangat mencari rezeki halal.