07_Asshidqie Fadzal Ashar
07_Asshidqie Fadzal Ashar Mahasiswa

Hobi saya mendaki gunung, futsal danbermain game. Saya termasuk pribadi yang penyabar , suka menolong dan suka berbagi

Selanjutnya

Tutup

Video

Mengabadikan luka, Menggerakkan Nurani : Review film Minamata 2020

22 April 2026   16:30 Diperbarui: 22 April 2026   14:48 31 0 0

Scene film minamata 2020 https://v.moviebox.ph/G18zKdo6hI5 
Scene film minamata 2020 https://v.moviebox.ph/G18zKdo6hI5 

Film Minamata merupakan karya drama biografi yang disutradarai oleh Andrew Levitas dan dibintangi oleh Johnny Depp sebagai tokoh utama, yaitu W. Eugene Smith. Film ini mengangkat kisah nyata mengenai tragedi pencemaran lingkungan di Minamata, Jepang, yang disebabkan oleh limbah merkuri dari perusahaan industri. film ini berfokus pada perjalanan seorang fotografer jurnalistik yang mengalami kemunduran karier dan krisis personal. Melalui ajakan seorang aktivis Jepang, ia kemudian terlibat dalam peliputan kasus penyakit Minamata. Penyakit tersebut muncul akibat konsumsi ikan yang telah terkontaminasi merkuri, yang menimbulkan dampak kesehatan serius bagi masyarakat setempat.

Pendekatan fotografi yang ditampilkan dalam film cenderung mengikuti gaya dokumenter yang khas, yakni realistis, intim, dan tidak direkayasa. Smith diperlihatkan mengutamakan keaslian momen, bahkan dalam kondisi yang penuh risiko. Ia tidak hanya memotret peristiwa secara umum, tetapi juga berfokus pada detail penderitaan korban penyakit Minamata mulai dari ekspresi wajah, kondisi fisik, hingga interaksi sosial yang terdampak. Hal ini memperlihatkan prinsip dasar fotografi jurnalistik: menghadirkan kebenaran visual yang mampu berbicara tanpa banyak narasi verbal. Selain itu, film ini juga menampilkan proses kerja seorang fotografer jurnalistik secara lebih mendalam. Smith digambarkan harus membangun kepercayaan dengan masyarakat lokal sebelum memotret mereka. Hal ini mencerminkan etika penting dalam fotografi jurnalistik, yaitu menghormati subjek dan tidak mengeksploitasi penderitaan mereka. Hubungan antara fotografer dan subjek menjadi elemen krusial, karena menentukan kedalaman makna yang dapat ditangkap dalam sebuah foto.

Salah satu scene dalam Film Minamata 2020 pada sekitar menit 27.40
Salah satu scene dalam Film Minamata 2020 pada sekitar menit 27.40

Salah satu scene favorit menurut saya yaitu pada sekitar menit 27.40. Dimana Smith mengambil setiap momen yang ia lihat. Scene ini menjadi pilihan favorit karena merepresentasikan esensi fotografi jurnalistik yang ditampilkan dalam film Minamata secara sangat kuat dan emosional. Dalam gambar tersebut, terlihat seorang fotografer yang merepresentasikan tokoh W. Eugene Smith sedang mengambil gambar dari jarak tertentu terhadap seorang ibu dan anak di tepi pantai. Komposisi ini bukan sekadar estetika visual, tetapi menunjukkan posisi fotografer sebagai "pengamat yang terlibat namun tetap menjaga jarak".

Alasan utama pemilihan scene ini adalah karena ia menggambarkan pendekatan humanis dalam fotografi jurnalistik. Fotografer tidak memaksa atau mengintervensi subjek, melainkan membiarkan momen terjadi secara alami. Hal ini penting karena dalam konteks tragedi Minamata, korban bukan hanya objek berita, tetapi manusia yang memiliki martabat. Sudut pengambilan gambar yang sedikit dari belakang juga memberi kesan bahwa fotografer sedang "mengintip realitas", bukan mendominasi cerita.Dengan demikian, adegan ini bukan hanya indah secara visual, tetapi juga sarat makna tentang etika, empati, dan kekuatan fotografi sebagai alat komunikasi sosial.